Pelni Bima Intensif Edukasi Warga, Cegah Penipuan Tiket Online
- 01 Sep 2026 16:02 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Bima terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah maraknya penipuan online dalam pembelian tiket kapal.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya calon penumpang dari Kabupaten Bima dan Dompu yang menggunakan jasa transportasi laut Pelni.
Kepala Pelni Cabang Bima, Budiarto, mengatakan penipuan yang mengatasnamakan Pelni masih menjadi perhatian. Salah satu modus yang kerap ditemukan yakni penjualan tiket melalui berbagai platform media sosial, terutama Facebook.
Menurutnya, masyarakat perlu lebih berhati-hati karena tiket yang ditawarkan melalui media sosial belum tentu resmi dan sesuai dengan ketentuan Pelni.
“Ini yang kami antisipasi agar mencegah terjadinya penipuan online yang mengatasnamakan Pelni di berbagai sosial media,” ujar Budiarto.
Karena itu, Pelni Cabang Bima secara intensif melakukan sosialisasi, edukasi sekaligus promosi kepada masyarakat agar menggunakan kanal resmi Pelni dalam memperoleh informasi maupun membeli tiket.
Salah satu langkah yang terus didorong adalah mengajak calon penumpang mengunduh dan menggunakan aplikasi Pelni Mobile
Sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut tidak hanya dilakukan melalui media promosi, tetapi juga secara langsung di loket Kantor Pelni Cabang Bima.
Setiap calon penumpang yang datang ke loket mendapatkan penjelasan dan edukasi dari petugas mengenai tata cara menggunakan Pelni Mobile, mulai dari mencari jadwal kapal hingga proses pembelian tiket.
"Setiap calon penumpang yang datang membeli tiket, petugas kami akan mengajarkan cara-cara menggunakan aplikasi tersebut," kata Budiarto kepada RRI Bima, Selasa 01 September 2026.
Selain di loket, Pelni Cabang Bima juga memasang baliho di sejumlah titik di wilayah Kota Bima sebagai bagian dari kampanye penggunaan kanal resmi Pelni.
Promosi juga dilakukan dengan memanfaatkan berbagai kegiatan lokal yang ramai dihadiri masyarakat. Salah satunya melalui event Rimpu Mantika.
Budiarto menjelaskan, sosialisasi tersebut bertujuan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi mengenai jadwal keberangkatan kapal, sekaligus memperoleh tiket dengan harga sesuai ketentuan Pelni.
Di sisi lain, langkah tersebut diharapkan dapat menekan praktik percaloan maupun travel yang menjual tiket tidak sesuai aturan.
"Kebutuhan masyarakat akan tiket diharapkan bisa terjangkau tanpa melalui bisnis percaloan, travel yang tidak bertanggung jawab ataupun penipuan lewat Facebook," ujarnya.
Ia menyayangkan apabila masyarakat yang telah merencanakan perjalanan justru mengalami kerugian akibat membeli tiket dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Apalagi, kata dia, masyarakat terkadang mendapatkan tiket dengan harga yang jauh lebih mahal dari ketentuan, bahkan tidak sedikit yang berisiko memperoleh tiket palsu.
"Kasihan masyarakat yang sudah merencanakan bepergian ternyata mendapatkan tiket dengan selisih harga yang besar, ataupun tiket palsu, terutama penjualan tiket di Facebook karena masyarakat Bima lebih percaya pada Facebook. Maka ini yang kami antisipasi," ucapnya menegaskan.
Pelni Cabang Bima berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih mengenali saluran resmi pembelian tiket dan tidak mudah tergiur penawaran tiket melalui akun media sosial yang tidak jelas.
Budiarto menegaskan, masyarakat diharapkan membiasakan diri menggunakan Pelni Mobile sebagai salah satu sarana resmi untuk mendapatkan informasi dan melakukan transaksi perjalanan.
Pelni Cabang Bima juga berjanji akan terus bekerja keras memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut.
Dengan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Pelni berharap masyarakat Bima dan Dompu semakin memahami pentingnya melakukan pembelian tiket melalui saluran resmi serta terhindar dari berbagai modus penipuan online.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....