Pemprov NTB Gandeng 22 Profesor Unram Perkuat Program Desa Berdaya
- 09 Jul 2026 16:29 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram menandatangani nota kesepahaman untuk mengintegrasikan Program Desa Berdaya dengan Program Profesor Berdampak pada 9 Juli 2026.
- Sebanyak 22 profesor dari Universitas Mataram akan mendampingi masyarakat desa selama tiga tahun melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
- Program ini dirancang untuk mengatasi kemiskinan melalui pendampingan intensif, peningkatan kapasitas, dan pengembangan potensi ekonomi desa tanpa hanya mengandalkan bantuan sosial.
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng Universitas Mataram (Unram) untuk memperkuat pelaksanaan Program Desa Berdaya. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Rektor Universitas Mataram Sukardi di Ruang Sidang Senat Unram, Kamis, 9 Juli 2026.
Kerja sama tersebut mengintegrasikan Program Desa Berdaya milik Pemerintah Provinsi NTB dengan Program Profesor Berdampak yang dikembangkan Universitas Mataram. Sebanyak 22 profesor disiapkan untuk mendampingi masyarakat desa melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penandatanganan nota kesepahaman itu bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi menjadi komitmen bersama menghadirkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Menurut Iqbal, pengalaman pemerintah turun langsung ke berbagai desa menunjukkan bahwa kemiskinan tidak dapat diatasi hanya dengan bantuan sosial. Masyarakat membutuhkan pendampingan, peningkatan kapasitas, dan inovasi agar mampu mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.
"Kemiskinan tidak lagi hanya sekadar angka di atas kertas. Saat kita turun ke desa dan bertemu langsung dengan masyarakat, mereka membutuhkan inspirasi, pendampingan, dan peluang agar mampu membangun kemandirian ekonomi," kata Iqbal.
Ia menjelaskan Program Desa Berdaya dirancang untuk mengembangkan desa berdasarkan potensi unggulannya. Melalui konsep desa tematik, pemerintah berharap muncul pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.
Iqbal menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, keterlibatan akademisi menjadi penting agar hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan kampus dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.
"Kita membutuhkan inovasi dari para guru besar untuk menggerakkan ekonomi desa. Kehadiran mereka akan memperkuat pendampingan yang selama ini sudah dilakukan pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Mataram Sukardi menyatakan kampus siap mendukung agenda pembangunan daerah melalui Program Profesor Berdampak. Program tersebut mendorong para profesor agar hasil riset tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi memberikan solusi nyata bagi masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.
Sebagai tahap awal, Unram menugaskan 22 profesor mendampingi pelaksanaan Program Desa Berdaya selama tiga tahun. Pendampingan dilakukan sesuai bidang keahlian masing-masing, mulai dari penguatan ekonomi desa, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan desa.
"Hari ini kami menunjukkan komitmen. Program ini dirancang berjalan selama tiga tahun dengan target menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa," kata Sukardi.
Ia menambahkan, keterlibatan sivitas akademika akan diperluas pada tahap berikutnya dengan melibatkan dosen dan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Langkah itu diharapkan membuat pendampingan kepada masyarakat berlangsung lebih intensif dan berkelanjutan.
Kolaborasi Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram diharapkan menjadi model sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pembangunan desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....