NTB Akan Gunakan Teknologi Nuklir untuk Cari Sumber Air di Wilayah Selatan
- 28 Jul 2026 10:07 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan Pemprov NTB menggunakan teknologi radioisotop untuk mencari sungai bawah tanah di Lombok dan Sumbawa.
- Teknologi tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat musim kemarau.
- Sambil menunggu pelaksanaannya, Pemprov NTB terus menyalurkan air bersih dan menyiapkan pembangunan sumur bor di wilayah prioritas
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menggunakan teknologi radioisotop tracing atau pelacak radioaktif guna mencari sungai bawah tanah di wilayah selatan Pulau Lombok dan Sumbawa. Teknologi tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih yang terus berulang saat musim kemarau.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan persetujuan tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) setelah melaporkan usulan Pemprov NTB kepada Presiden.
"Pak Menteri PUPR sudah menghubungi saya, dan beliau sudah menyampaikan bahwa Presiden sudah memberikan arahan atas usulan kita, atas usulan kita dari NTB untuk melakukan radioisotop tracing terhadap kemungkinan adanya sungai bawah tanah di wilayah selatan," kata Iqbal, Senin, 27 Juli 2026.

Iqbal mengungkapkan, teknologi itu pernah diterapkan di Bribin, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasilnya berhasil menemukan aliran sungai bawah tanah dan menjadi salah satu pencapaian Indonesia di tingkat internasional.
Pemprov NTB mengusulkan teknologi tersebut karena musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang. Dalam dua bulan terakhir, sebanyak 50 kecamatan di NTB telah mengalami kekeringan.
Selain radioisotop, Pemprov NTB juga mengusulkan pembangunan sumur bor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Lokasinya akan ditentukan berdasarkan tingkat kebutuhan.
"Sumur bor belum diputuskan karena biayanya cukup besar. Nanti dibangun sesuai skala prioritas," ujar Iqbal.
Sambil menunggu program tersebut berjalan, Pemprov NTB bersama pemerintah kabupaten dan kota terus menyalurkan air bersih ke daerah terdampak. Seluruh armada mobil tangki milik pemerintah disiapkan untuk melayani warga.
Iqbal mengatakan distribusi air bersih juga akan melibatkan perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terutama untuk wilayah selatan Lombok dan Sumbawa yang terdampak kekeringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....