Pemprov NTB Kucurkan Rp3 Miliar untuk 350 KK Miskin Ekstrem di Desa Mangkung

  • 28 Jul 2026 09:00 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemprov NTB mengalokasikan hampir Rp3 miliar untuk memberdayakan 350 KK miskin ekstrem di Desa Mangkung, Lombok Tengah.
  • Bantuan disalurkan melalui dua skema, yakni lewat pemerintah desa dan langsung kepada keluarga penerima manfaat sebagai modal usaha.
  • Pemprov NTB juga mulai memperbaiki rumah tidak layak huni serta menyiapkan pembangunan sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih.

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalokasikan hampir Rp3 miliar untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Anggaran itu difokuskan untuk memberdayakan sekitar 350 kepala keluarga (KK) yang masuk kategori miskin ekstrem.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Desa Mangkung dipilih sebagai salah satu lokasi program Desa Berdaya Transformatif. Menurut dia, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sosial, tetapi dirancang agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

"Hampir Rp3 miliar kita gelontorkan untuk pemberdayaan sekitar 350 KK miskin ekstrem di Desa Mangkung," kata Iqbal.

Ia menjelaskan, bantuan disalurkan melalui dua skema. Pertama, dana ditransfer ke rekening pemerintah desa untuk menjalankan program pemberdayaan berbasis kebutuhan masyarakat. Kedua, bantuan disalurkan langsung kepada keluarga miskin ekstrem sebagai modal usaha sehingga dapat dimanfaatkan oleh penerima manfaat.

"Pemberdayaan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing keluarga. Ada yang bergerak di perdagangan, produksi makanan, peternakan unggas, dan berbagai usaha produktif lainnya," ujarnya.

Selain mendorong penguatan ekonomi warga, Pemprov NTB juga mulai memperbaiki rumah tidak layak huni. Enam unit rumah menjadi prioritas awal dan ditargetkan mulai diperbaiki dalam sepekan.

"Kita melihat masih banyak rumah yang tidak layak huni. Enam rumah kita intervensi lebih dulu, mudah-mudahan minggu depan sudah mulai diperbaiki," kata Iqbal.

Ia berharap kondisi fiskal pemerintah ke depan semakin membaik sehingga lebih banyak rumah warga yang dapat direhabilitasi menjadi hunian yang layak.

Dalam kunjungannya ke Desa Mangkung, warga juga menyampaikan kebutuhan pembangunan sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih yang rutin terjadi saat musim kemarau.

Iqbal memastikan usulan tersebut telah masuk dalam perencanaan pemerintah. Menurut dia, Pemprov NTB telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan memperoleh tambahan alokasi pembangunan sumur bor.

Sebagian sumur bor itu, kata Iqbal, akan diprioritaskan untuk wilayah selatan Pulau Lombok dan selatan Pulau Sumbawa yang selama ini menjadi daerah rawan kekeringan.

"Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dari biasanya. Karena itu, pembangunan sumur bor sudah menjadi perhatian dan masuk dalam perencanaan pemerintah," ujarnya.

Melalui program Desa Berdaya, Pemerintah Provinsi NTB berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga dengan memperkuat usaha produktif, memperbaiki kualitas hunian, serta menyediakan infrastruktur dasar seperti akses air bersih agar kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....