YISA Ambalawi: Desa Perlu Menekan Angka Pernikahan Dini

  • 09 Jul 2026 14:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Upaya pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Bima dinilai perlu dilakukan secara lebih terarah melalui pendekatan berbasis data dan penguatan peran desa. Hal itu disampaikan Yayasan YISA Ambalawi Mbojo yang mendorong Pemerintah Kabupaten Bima segera menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan Perkawinan Anak.

Field Officer YISA Ambalawi Mbojo, Hersan Hadi, menegaskan bahwa data menjadi kunci utama dalam merancang program yang tepat sasaran. Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui secara rinci wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi, faktor penyebab dominan, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

"Tanpa data yang kuat, program pencegahan berisiko tidak menyentuh akar persoalan. Karena itu, pemetaan kasus dan identifikasi faktor penyebab harus menjadi bagian penting dalam penyusunan RAD," katanya, Kamis 9 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Ada daerah yang dipengaruhi faktor ekonomi, ada yang dipengaruhi budaya, dan ada pula yang berkaitan dengan rendahnya akses pendidikan maupun informasi kesehatan reproduksi.

Menurut Hersan, pendekatan yang tepat hanya dapat dilakukan apabila pemerintah memiliki basis data yang akurat dan diperbarui secara berkala.

Selain aspek data, YISA Ambalawi Mbojo juga menilai desa memiliki posisi strategis dalam upaya pencegahan perkawinan anak. Sebagai pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat, desa dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi risiko serta memberikan edukasi kepada keluarga dan remaja.

"Desa adalah ruang pertama tempat anak tumbuh dan berinteraksi. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari desa melalui penguatan keluarga, forum anak, kelompok remaja, serta keterlibatan aktif tokoh masyarakat," ujarnya.

Ia mendorong pemerintah desa memanfaatkan berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk memasukkan isu perlindungan anak sebagai salah satu prioritas pembangunan.

Menurutnya, langkah tersebut dapat dilakukan melalui penyuluhan keluarga, pembentukan pusat informasi remaja, pelatihan keterampilan hidup, hingga peningkatan partisipasi anak dalam pembangunan desa.

"Ketika desa bergerak, maka pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih dekat dengan masyarakat. Anak-anak yang berisiko bisa didampingi sejak dini sebelum terjadi perkawinan usia anak," jelas Hersan.

YISA Ambalawi Mbojo meyakini bahwa kombinasi antara kebijakan daerah yang kuat, dukungan data yang akurat, serta keterlibatan aktif pemerintah desa akan menjadi fondasi penting dalam melindungi anak-anak Kabupaten Bima dari praktik perkawinan usia dini.

"Ini bukan sekadar upaya mengurangi angka statistik. Yang sedang kita perjuangkan adalah masa depan generasi muda Bima agar mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat, berpendidikan, dan mampu bersaing di masa depan," tutupnya.

Saya juga dapat membuat 3 berita lagi dengan gaya media nasional, investigatif, dan feature human interest sehingga total menjadi 6 berita dengan sudut pandang yang berbeda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....