Luncurkan Desa Ekspor, Dekranasda NTB: Jaga Kualitas Produk

  • 23 Jul 2026 11:31 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal mendorong UMKM memanfaatkan Program Desa Berdaya "Desa Ekspor" untuk menembus pasar internasional dengan menjaga kualitas produk secara konsisten.
  • Sebanyak 30 UMKM terpilih mengikuti pelatihan dan pendampingan intensif hingga akhir 2026 sebagai persiapan memasuki pasar ekspor.
  • Pemprov NTB juga menyiapkan basis data digital produk UMKM dan mendorong jalur ekspor langsung Lombok–Australia untuk meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.

RRI.CO.ID, Mataram – Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta M. Iqbal, meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya berani menembus pasar ekspor, tetapi juga mampu menjaga kualitas produk secara konsisten. Menurutnya, menjaga mutu merupakan tantangan terbesar setelah produk diterima di pasar internasional.

"Jangan berhenti karena sudah terpilih sebagai 30 produk yang akan dibina dan diberangkatkan ekspornya. Menjaga kualitas, menjaga semangat, dan mempertahankan apa yang sudah didapat, itu justru pekerjaan rumah yang paling besar," kata Sinta, saat membuka Pelatihan Desa Berdaya "Desa Ekspor" bertema Readiness, Capacity Building & Export Action di Aula UPTD BKP3D Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Mataram, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia mengatakan, produk-produk unggulan NTB memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang ragu memasuki pasar ekspor karena menganggap prosesnya rumit dan belum memahami mekanisme perdagangan internasional.

Berdasarkan pengalamannya mendampingi berbagai misi diplomasi Gubernur NTB ke sejumlah negara, Sinta menilai pembeli luar negeri umumnya memberikan apresiasi terhadap kualitas produk Indonesia pada tahap awal kerja sama. Persoalan muncul ketika permintaan meningkat, sementara kualitas produk tidak mampu dipertahankan secara konsisten.

Karena itu, ia berharap peserta Program Desa Berdaya "Desa Ekspor" dapat menjadi contoh bagi UMKM lain untuk memperluas pasar sekaligus membangun reputasi produk NTB di tingkat global.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Lalu Wiranata, mengatakan program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, penyusunan profil bisnis, hingga fasilitasi akses ke pasar ekspor.

Menurut Wiranata, sebanyak 30 pelaku usaha terpilih mengikuti pelatihan angkatan pertama setelah melalui proses seleksi dari sekitar 100 desa dan pelaku usaha. Mereka akan mendapatkan pelatihan selama tiga hari serta pendampingan hingga akhir 2026 agar siap memasuki pasar internasional.

"Pemerintah ingin memastikan pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga siap memenuhi standar dan kebutuhan pasar ekspor secara berkelanjutan," ujarnya.

Selain pendampingan, Disperindag NTB juga tengah membangun basis data digital produk UMKM untuk memudahkan calon pembeli mengakses informasi produk unggulan daerah. Pemerintah daerah juga terus mengupayakan terbukanya jalur ekspor langsung dari Lombok menuju Australia guna menekan biaya distribusi dan meningkatkan daya saing produk NTB.

Pelatihan ini diikuti pelaku usaha dari berbagai sektor, di antaranya Ungga Creative, PT Dunia Kerajinan Rotan Lombok, Rindik Art Shop, Sate Rembige Goyang Lidah, Sasaki, La Rose, Lestari Tenun, Cerite Ketak Nusantara, dan Bilalbeleke Art.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....