JPMI Gandeng Pemkab Lobar Bangun Pemuda Masjid Berdaya Berkualitas

  • 05 Jul 2026 06:30 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Komitmen membangun generasi muda yang religius, produktif, dan berdaya saing terus diperkuat di Kabupaten Lombok Barat. Hal itu ditandai dengan pertemuan antara Jaringan Pemuda Masjid Indonesia (JPMI) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Lombok Barat, Selasa 30 Juni 2026.

Audiensi tersebut menjadi momentum mempererat sinergi antara organisasi kepemudaan berbasis masjid dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada pembinaan karakter, kepemimpinan, hingga pemberdayaan ekonomi generasi muda.

Perwakilan Jaringan Pemuda Masjid Indonesia, Ahmad Muzari, menyampaikan harapannya agar kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dapat berjalan semakin kuat sehingga mampu melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang memiliki integritas dan karakter.

"Kami berharap ke depan, melalui pemberdayaan pemuda yang terstruktur, akan semakin banyak lahir pemimpin-pemimpin baru dari berbagai program kepemudaan," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan JPMI bukan sekadar menjadi wadah berkumpulnya pemuda masjid, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang mampu membentuk generasi muda yang siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menyampaikan apresiasi atas semangat yang dibangun JPMI. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memberikan dukungan penuh terhadap setiap gerakan positif yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya kalangan pemuda.

"Pemerintah Daerah mendukung penuh. Unsur kepemudaan di Lombok Barat harus semakin hidup, aktif, dan produktif melalui berbagai program pemberdayaan yang benar-benar menyentuh para pemuda serta remaja masjid," katanya menegaskan.

Menurut Wakil Bupati yang akrab disapa UNA, pemuda harus menjadi pusat perhatian dalam setiap kebijakan pembangunan. Tidak hanya dalam kegiatan sosial maupun keagamaan, tetapi juga pada sektor kewirausahaan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena sosial yang masih banyak dijumpai pada kalangan remaja, terutama pada malam hari ketika sebagian anak muda lebih memilih berkumpul di jalan daripada mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.

"Saat saya melaksanakan shalat iktikaf di masjid, saya melihat masih banyak anak-anak muda berada di jalanan dan melakukan aksi kebut-kebutan. Karena itu, kita harus bersama-sama mengajak mereka kembali memakmurkan masjid agar lebih dekat dengan lingkungan yang positif," ucapnya.

Sebagai bentuk solusi, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mendorong agar berbagai program kepemudaan dikembangkan dengan menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas. Masjid dinilai tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat pendidikan karakter, pembinaan generasi muda, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah daerah dan Jaringan Pemuda Masjid Indonesia, diharapkan lahir lebih banyak pemuda Lombok Barat yang berkarakter, mandiri, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa depan.

"Masjid harus menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus pusat lahirnya inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan kebersamaan, saya optimistis cita-cita tersebut dapat diwujudkan," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....