NTB Masuk Musim Kemarau, BMKG Prediksi El Nino Terus Menguat hingga 2027

  • 03 Jul 2026 09:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak El Nino yang diperkirakan terus menguat dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang musim kemarau sekaligus meningkatkan risiko kekeringan di berbagai wilayah NTB.

Prakirawan Iklim BMKG Stasiun Klimatologi NTB, Tri Putri Ganesh Suadnya, S.Tr. Klim., menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan terkini, fenomena El Nino yang melanda Indonesia kini telah berada pada kategori moderat dan diproyeksikan berkembang menjadi kuat.

"Dari hasil pemantauan kami, El Nino di seluruh wilayah Indonesia saat ini sudah berada pada level moderat dan diperkirakan akan meningkat menjadi kuat dalam beberapa bulan ke depan," ujarnya, Kamis 3 Juli 2026.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat mulai menerapkan langkah-langkah penghematan air sejak dini. Selain itu, warga juga diminta mengurangi aktivitas yang berlangsung di bawah paparan sinar matahari langsung guna menghindari gangguan kesehatan akibat suhu udara yang semakin panas.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan air, mulai menghemat pemakaian air dari sekarang, serta mengurangi aktivitas yang langsung terpapar sinar matahari supaya kondisi kesehatan tetap terjaga," katanya menegaskan.

Tri Putri mengungkapkan, fenomena El Nino mulai terpantau sejak Mei 2026. Pada awal kemunculannya, El Nino masih berada pada kategori lemah sebelum secara bertahap meningkat menjadi kategori moderat hingga saat ini.

"El Nino mulai terpantau sejak Mei. Pada Mei hingga Juni kondisinya masih lemah, kemudian berangsur meningkat menjadi moderat atau berada pada level menengah seperti sekarang," ucapnya.

Seiring menguatnya El Nino, seluruh wilayah NTB kini telah memasuki musim kemarau secara penuh. Dampaknya mulai dirasakan di sejumlah daerah, termasuk munculnya kekeringan di beberapa desa di Kabupaten Lombok Barat.

Menurut hasil pemantauan BMKG, hari tanpa hujan (HTH) terpanjang saat ini tercatat terjadi di Kabupaten Bima. Selain itu, sejumlah wilayah lain di NTB juga telah masuk kategori peringatan dini kekeringan.

"Berdasarkan pantauan terakhir kami, hari tanpa hujan terpanjang sudah terjadi di Kabupaten Bima dan beberapa wilayah lainnya juga mulai masuk dalam peringatan dini kekeringan. Secara umum, NTB saat ini sudah 100 persen memasuki musim kemarau," katanya.

BMKG juga memetakan sejumlah daerah yang berpotensi mengalami dampak paling besar akibat El Nino. Meski seluruh wilayah NTB terdampak, kawasan yang secara geografis memang memiliki kondisi lebih kering diperkirakan akan merasakan dampak yang lebih signifikan.

"Seluruh wilayah NTB terdampak El Nino, tetapi daerah-daerah yang memang memiliki karakteristik kering seperti Sape di Kabupaten Bima dan beberapa wilayah di Lombok Timur diperkirakan akan mengalami dampak yang lebih besar," ujarnya.

Karena itu, BMKG meminta pemerintah daerah maupun masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi krisis air bersih, penurunan debit sumber air, hingga ancaman kekeringan pada sektor pertanian.

"Kewaspadaan perlu terus ditingkatkan karena dampak El Nino masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan," katanya menegaskan.

BMKG memperkirakan fenomena El Nino masih akan memengaruhi kondisi cuaca di NTB hingga awal tahun 2027.

"Berdasarkan proyeksi kami, El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar Januari 2027," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....