PAM Giri Menang Tekan Kebocoran Air Sambil Siapkan Layanan 20 Ribu Pelanggan
- 01 Jul 2026 19:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Giri Menang bergerak cepat menangani kebocoran pipa utama berdiameter 14 inci atau sekitar 35 sentimeter yang pecah di kawasan Perempatan Bengkel, Kabupaten Lombok Barat. Kerusakan tersebut sempat menghentikan aliran air bersih ke ribuan pelanggan akibat terganggunya jaringan distribusi utama.
Direktur Utama PAM Giri Menang, Ir. H. Sudirman, S.T., M.M., menegaskan perbaikan berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam meski proses normalisasi distribusi air masih membutuhkan waktu.
"Kerusakan terjadi di Perempatan Bengkel yang memang menjadi jalur dengan tonase kendaraan cukup tinggi. Akibatnya pipa utama mengalami pecah dan pelayanan kepada pelanggan sempat terganggu. Namun alhamdulillah, kurang dari 24 jam pekerjaan perbaikan sudah kami selesaikan," ujar Sudriman saat ditemui RRI di Pendopo Bupati Lobar, Rabu 1 Juli 2026.
Menurut Sudirman, selesainya pekerjaan perbaikan bukan berarti aliran air dapat langsung kembali normal. Secara teknis, jaringan distribusi harus melalui tahapan pengisian air secara bertahap karena selama proses perbaikan aliran utama dihentikan.
"Saat aliran dihentikan, di dalam jaringan pipa terdapat udara yang terjebak. Ketika air kembali dialirkan, udara tersebut harus lebih dahulu dikeluarkan melalui proses pembuangan angin. Karena itu distribusi air tidak bisa langsung normal dalam waktu bersamaan," katanya.
Ia menjelaskan, proses tersebut merupakan prosedur teknis untuk menjaga kestabilan tekanan air sekaligus menghindari gangguan baru pada jaringan distribusi.
Selain itu, Sudirman mengungkapkan kerusakan pipa di Perempatan Bengkel menjadi salah satu gambaran bahwa usia jaringan perpipaan PAM Giri Menang semakin tua sehingga membutuhkan biaya pemeliharaan yang terus meningkat setiap tahunnya.
"Kami juga telah menyampaikan kepada para pemegang saham bahwa umur jaringan pipa semakin tua sehingga kebutuhan biaya pemeliharaan juga terus bertambah. Kerusakan seperti di Bengkel ini menjadi salah satu contohnya," tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan pelayanan air bersih tidak hanya berasal dari kondisi jaringan, tetapi juga keterbatasan sumber air baku. Selama tujuh tahun terakhir, PAM Giri Menang belum memperoleh tambahan izin sumber air baku baru sehingga perlu dilakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, Sudirman membawa kabar baik bagi masyarakat Lombok Barat. Setelah melakukan pembahasan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan instansi terkait, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Meninting berkapasitas 150 liter per detik dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2027.
"Dengan hadirnya SPAM Meninting, kami memperkirakan dapat melayani sekitar 15 ribu sambungan rumah baru. Ditambah optimalisasi reservoir, target kami ada tambahan sekitar tujuh hingga sepuluh ribu pelanggan lagi. Artinya, pada akhir 2027 insyaallah sekitar 20 ribu pelanggan baru dapat menikmati layanan air bersih," ucapnya.
Ia menjelaskan, pembangunan jaringan menuju wilayah yang belum terlayani membutuhkan investasi cukup besar karena jumlah pelanggan relatif sedikit namun memerlukan pembangunan pipa dengan jarak yang panjang.
"Karena itu pengembangan layanan tidak bisa semata-mata menggunakan pendekatan bisnis. Harus ada keberpihakan sosial agar masyarakat yang belum memperoleh layanan tetap bisa menikmati air bersih," katanya.
Sudirman juga memastikan proyek SPAM Meninting akan mulai memasuki proses tender pada awal tahun 2027 oleh BBWS. Sementara itu, distribusi air menuju wilayah Gerung telah kembali mengalir sejak proses perbaikan selesai dilakukan.
"Untuk wilayah Gerung sebenarnya air sudah mulai mengalir sejak kemarin. Kami optimistis paling lambat hari Jumat seluruh sistem sudah kembali normal," ujarnya.
Dalam meningkatkan kualitas pelayanan, PAM Giri Menang juga akan mengoptimalkan aplikasi layanan pelanggan sehingga setiap laporan masyarakat dapat dipantau secara langsung.
"Melalui aplikasi PAM Giri Menang nanti setiap pengaduan bisa dilacak, mulai dari lokasi kebocoran, progres pekerjaan hingga status penyelesaiannya. Dengan begitu masyarakat dapat mengetahui perkembangan penanganan secara real time," katanya.
Di sisi lain, Sudirman mengungkapkan capaian positif perusahaan dalam menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Hingga akhir tahun sebelumnya, angka NRW berada di kisaran 34,9 persen. Namun sejak Januari hingga Mei tahun ini berhasil ditekan menjadi di bawah 30 persen.
"Kami terus bekerja keras mempertahankan NRW di bawah 30 persen karena dampaknya sangat besar terhadap efisiensi pelayanan. Kebocoran di bawah tanah sering kali tidak terlihat sehingga membutuhkan pemantauan yang sangat serius," tegasnya.
Ia mengakui standar ideal kehilangan air berada di bawah 25 persen, namun kondisi tersebut masih menjadi tantangan bagi sebagian besar perusahaan air minum di Indonesia.
"Target kami terus menurunkan angka tersebut secara bertahap. Alhamdulillah, capaian dari Januari hingga Mei mendapat apresiasi dari Dewan Komisaris dan kami akan mempertahankannya hingga akhir tahun agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....