Pasca OTT LAZ, Nurul Adha Pastikan CFN-CFD Lombok Barat Tetap Berjalan

  • 26 Jul 2026 14:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Aktivitas masyarakat di Kabupaten Lombok Barat tetap berjalan di tengah situasi yang menjadi perhatian publik pasca kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

Di tengah kondisi tersebut, agenda Car Free Night (CFN) setiap Sabtu malam dan Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi di kawasan Giri Menang Park, Gerung, tetap berlangsung. Masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun masih menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan yang dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi warga.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, menegaskan program-program positif yang telah berjalan tidak akan dihentikan. Menurutnya, kebijakan yang memberikan dampak baik bagi masyarakat harus tetap dilanjutkan dan dikembangkan.

"Tidak ada yang berhenti. Apa yang sudah baik dilakukan oleh Pak Bupati, terobosan-terobosan yang sudah diusahakan, tentu kita lanjutkan," ujar Nurul Adha saat ditemui RRI di CFN di Giri Menang Park, Gerung, Lombok Barat, Sabtu 25 Juli 2026.

Ia mengatakan, keberlanjutan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga roda perekonomian masyarakat agar tetap bergerak. Bahkan, kebijakan positif dari kepemimpinan sebelumnya akan tetap dipertimbangkan untuk dikembangkan jika memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Hal-hal yang baik tetap kita teruskan. Bahkan, apa yang baik dari pemimpin sebelumnya mungkin akan saya ambil untuk kita kembangkan," katanya menegaskan.

Nurul Adha menilai keberadaan CFN dan CFD bukan sekadar kegiatan hiburan atau ruang berkumpul masyarakat. Menurutnya, kedua agenda tersebut telah menjadi salah satu ruang ekonomi bagi masyarakat dan UMKM untuk memperoleh penghasilan.

Ia berharap aktivitas ekonomi yang tumbuh dari kegiatan tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Ini adalah salah satu terobosan untuk memutar perekonomian masyarakat. Kalau ekonomi masyarakat berputar, pertumbuhan ekonomi juga pasti akan naik," ucapnya.

Selain CFN dan CFD, pemerintah daerah juga memastikan dukungan terhadap sektor UMKM tetap berjalan. Salah satunya melalui skema subsidi bunga bagi pelaku UMKM yang sebelumnya sempat mengalami penghentian sementara.

Nurul Adha menyebut anggaran untuk program tersebut masih tersedia sehingga pelaksanaannya dapat kembali dilanjutkan. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan UMKM memiliki akses terhadap skema dukungan yang telah disiapkan untuk memperkuat keberlangsungan usaha masyarakat.

"Creative financing dan ikhtiar lainnya tetap kita lakukan. Misalnya subsidi bunga untuk UMKM. Walaupun kemarin sempat terhenti, kita lanjutkan lagi karena anggaran yang sudah disiapkan masih ada," katanya.

Ia menambahkan, keberlanjutan program tidak hanya menyasar UMKM. Berbagai agenda dan kegiatan yang telah dirancang organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk sektor pariwisata, juga tetap diarahkan untuk berjalan sesuai perencanaan.

Salah satu agenda yang disebut akan tetap dilanjutkan adalah Festival Senggigi serta berbagai kegiatan pariwisata lainnya. Nurul Adha memastikan agenda tersebut tidak terkendala karena dukungan anggaran telah disiapkan.

"Festival Senggigi juga harus tetap berlanjut. Kemudian kegiatan-kegiatan di pariwisata juga tetap kita jalankan. Tidak ada kendala karena anggarannya sudah disiapkan, tinggal kita laksanakan," ujarnya.

Menurutnya, seluruh program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi ikhtiar berkelanjutan. Pemerintah daerah tidak boleh berhenti mencari cara untuk menggerakkan ekonomi, membuka peluang usaha, sekaligus menekan angka kemiskinan.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program pengendalian inflasi dan penanganan stunting. Upaya tersebut, kata dia, harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk antar-OPD dan institusi pendidikan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan lahan atau pekarangan sekolah untuk menanam komoditas kebutuhan pokok yang berpotensi memengaruhi pengendalian inflasi.

"Pengendalian inflasi tetap harus kita jalankan. Misalnya melalui kolaborasi dengan sekolah dan antar-OPD, dengan memanfaatkan pekarangan sekolah untuk menanam kebutuhan pokok yang bisa membantu mengendalikan inflasi," katanya.

Nurul Adha menegaskan, situasi yang terjadi tidak boleh menghentikan berbagai program yang telah dirancang untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah daerah, menurutnya, harus tetap memastikan agenda pembangunan dan penguatan ekonomi berjalan dengan baik.

"Hal-hal baik yang sudah direncanakan harus kita kerjakan dan realisasikan. Termasuk pengendalian inflasi dan penanganan stunting. Semua itu adalah ikhtiar yang harus terus dilakukan," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....