Kuota LPG Subsidi Dompu Dipangkas 1.095 MT, Pemkab Minta Extra Dropping

  • 18 Jun 2026 10:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu — Alokasi gas elpiji 3 kilogram bersubsidi untuk Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada tahun 2026 mengalami pengurangan cukup signifikan. Tahun ini, kuota elpiji subsidi untuk Dompu hanya mencapai 5.495 metrik ton (MT), berkurang sekitar 1.095 MT dibanding alokasi sebelumnya.

Tahun 2025, alokasi gas LPG 3 kg subsidi untuk Kabupaten Dompu, mencapai 6.590 mt. Pengurangan kuota tersebut dikhawatirkan akan memperparah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang hampir setiap tahun terjadi, terutama saat musim tanam bawang merah.

Di Kabupaten Dompu, kelangkaan elpiji subsidi kerap terjadi ketika petani memasuki musim tanam bawang. Pada kondisi tertentu, harga elpiji di tingkat pengecer bahkan melonjak hingga Rp50 ribu sampai Rp70 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kondisi itu diperkirakan akan semakin berat tahun ini, mengingat saat ini sejumlah lahan pertanian di Dompu tengah memasuki masa penanaman bawang merah yang membutuhkan pasokan gas cukup tinggi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Armansyah, mengatakan Pemerintah Kabupaten Dompu sejak awal bulan telah melakukan langkah antisipasi untuk meredam potensi gejolak di masyarakat.

Menurutnya, Pemkab Dompu telah mengajukan permohonan penambahan extra dropping elpiji 3 kilogram kepada PT Pertamina (Persero) wilayah NTB melalui Sales Area Manager di Mataram. Permohonan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 500.10.7.6/101/EKONSDA/2026 tertanggal 9 Juni 2026.

Dalam surat itu disebutkan, elpiji subsidi merupakan barang penting yang memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat, sehingga ketersediaannya harus tetap terjaga dalam jumlah yang cukup dan harga terjangkau sesuai HET.

Armansyah menjelaskan, kondisi kelangkaan tahun ini dipicu terbatasnya distribusi elpiji 3 kilogram. Berdasarkan data distribusi, penyaluran pada Mei 2026 hanya mencapai 393,24 MT. Angka itu lebih rendah 21,15 persen dibandingkan April dan turun 26,39 persen dibandingkan Maret.

“Penurunan distribusi ini tentu sangat berpengaruh terhadap ketersediaan di lapangan, apalagi kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian sedang meningkat,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.

Melalui surat tersebut, Pemkab Dompu juga meminta dukungan Pertamina untuk melakukan penyaluran fakultatif atau extra dropping selama Juni 2026 guna mengantisipasi meluasnya persoalan distribusi.

Selain itu, pemerintah daerah juga meminta penambahan hari penyaluran di setiap pangkalan, khususnya pangkalan yang selama ini hanya mendapat jadwal satu hari per minggu, agar ditingkatkan menjadi dua hingga tiga hari per minggu.

Sebelumnya, pada Februari 2026, Pemkab Dompu juga telah mengirim surat serupa kepada Pertamina terkait pengurangan kuota elpiji subsidi, sekaligus meminta jaminan pasokan selama bulan Ramadan dan musim panen agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.

Pemerintah berharap tambahan pasokan segera direalisasikan agar kebutuhan rumah tangga dan sektor pertanian tetap terpenuhi, terutama menjelang puncak musim tanam bawang merah di Dompu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....