Pertamina Luncurkan Program Trenggiling di NTB, Dorong Peralihan ke Bright Gas
- 28 Jul 2026 20:42 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pertamina bersama Pemprov NTB meluncurkan Program Trenggiling, layanan penukaran LPG 3 kilogram ke Bright Gas yang pertama di Indonesia untuk mendorong penggunaan LPG non-subsidi.
- Program ini ditujukan agar LPG subsidi lebih tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB
RRI.CO.ID, Mataram – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Hiswana Migas meluncurkan program Trenggiling (Trade-In Tabung Keliling) di Mataram, Selasa, 28 Juli 2026. Program ini menjadi yang pertama di Indonesia dan ditujukan untuk mendorong masyarakat mampu beralih dari LPG subsidi 3 kilogram ke Bright Gas non-subsidi.
Melalui program tersebut, Pertamina menyiapkan layanan jemput bola dengan armada keliling yang melayani penukaran tabung LPG 3 kilogram ke Bright Gas 5,5 kilogram. Langkah ini diharapkan membuat distribusi LPG subsidi lebih tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, H. Lalu Wiranata, mengatakan program Trenggiling merupakan inovasi yang mendukung penyaluran subsidi energi agar lebih efektif.
"Program ini sangat potensial dan menjadi yang pertama di Indonesia. Kami siap berkolaborasi untuk mendukung program Desa Mandiri Energi dan pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB," katanya.
Menurut Wiranata, penggunaan nama Trenggiling juga menjadi identitas khas NTB karena mengangkat satwa endemik yang dilindungi.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, H. Syamsuddin, mengatakan keberhasilan program bergantung pada kesadaran masyarakat mampu untuk tidak lagi menggunakan LPG bersubsidi.
"Pemerintah hanya memfasilitasi agar kuota LPG subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak. Masyarakat yang mampu diharapkan beralih ke LPG non-subsidi," ujarnya.
Ia menambahkan, ketepatan sasaran subsidi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB menekan angka kemiskinan ekstrem, terutama di desa-desa yang masuk program Desa Berdaya.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah NTB, Dany Hutama Aji, mengatakan Trenggiling menyasar kawasan perkotaan dan pusat kegiatan ekonomi yang selama ini sulit memperoleh LPG non-subsidi.
Sasaran program meliputi pelaku UMKM, usaha laundry, hotel, restoran, serta masyarakat mampu. Pertamina juga menyiapkan sejumlah insentif berupa potongan harga penukaran tabung dan penambahan agen Bright Gas di Kabupaten Lombok Utara untuk mempercepat peralihan penggunaan LPG non-subsidi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....