UNA Tegaskan Tiga Warisan Qurani Cetak Generasi Emas Lombok Barat
- 18 Jun 2026 07:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Momen pelepasan siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Mulia Kediri Tahun 2026 berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Tidak sekadar menandai berakhirnya masa belajar di bangku sekolah dasar, kegiatan tersebut menjadi bukti keberhasilan pendidikan berbasis Al-Qur'an dalam membentuk generasi berakhlak mulia, berkarakter, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Prosesi Wisuda Tahfiz dan Pisah Kenang itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha (UNA), didampingi Asisten I Setda Lombok Barat H. Saeful Akham, jajaran dewan guru, serta ratusan wali murid. Acara berlangsung di Aula Narmada, Kantor Bupati Lombok Barat, Minggu 14Juni 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati yang juga merupakan pendiri SDIT Insan Mulia mengenang perjuangan panjang saat membangun sekolah tersebut dari awal. Ia mengaku, cita-cita yang paling mendasar bukan hanya menghadirkan lembaga pendidikan berkualitas, tetapi juga membangun budaya santun dalam setiap perilaku peserta didik.
"Dulu ketika sekolah ini mulai dirintis, perjuangan terbesar kami adalah bagaimana membangun lingkungan yang bebas dari kata-kata kasar maupun perilaku yang menyakiti. Alhamdulillah, budaya itu kini telah tumbuh. Anak-anak dididik dengan sentuhan hati, dan itulah yang paling membekas dalam kehidupan mereka," ujarnya.
Menurut UNA, pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui pembelajaran di dalam kelas. Sentuhan kasih sayang, keteladanan, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari menjadi fondasi utama yang akan membentuk kepribadian anak hingga dewasa.
Pada kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh wali murid memberikan penghormatan kepada para ustaz dan ustazah yang selama ini telah mengabdikan diri mendidik para siswa dengan penuh kesabaran.
Ia mengakui bahwa profesi guru, khususnya di lingkungan pendidikan Islam, kerap dihadapkan pada tantangan kesejahteraan. Namun demikian, para pendidik tetap menunjukkan dedikasi luar biasa karena meyakini bahwa setiap pengabdian akan memperoleh balasan terbaik dari Allah SWT.
"Mengajar merupakan bagian dari ketakwaan. Insya Allah Allah akan membukakan jalan rezeki yang penuh keberkahan dari arah yang tidak pernah disangka-sangka. Mungkin bukan langsung dari yayasan, tetapi Allah selalu memiliki cara terbaik bagi hamba-Nya," katanya.
Di hadapan para lulusan, UNA juga menitipkan tiga pesan penting sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Ia menegaskan, hafalan Al-Qur'an harus terus dijaga, ibadah tidak boleh ditinggalkan, anak-anak wajib berbakti kepada kedua orang tua, serta selalu menghormati guru yang telah membimbing mereka.
"Walaupun kalian telah lulus dari SDIT Insan Mulia, jangan pernah memutus silaturahmi dengan para guru. Teruslah menjaga rasa hormat kepada mereka karena keberkahan ilmu lahir dari penghormatan kepada guru," tegasnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak berhenti mendampingi putra-putrinya setelah lulus sekolah dasar. Menurutnya, doa, perhatian, dan pendampingan keluarga tetap menjadi faktor penting dalam membentuk masa depan anak.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati Lombok Barat menegaskan bahwa lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara spiritual merupakan investasi besar bagi pembangunan daerah.
"Insya Allah, ketika kita berhasil melahirkan anak-anak yang saleh, cerdas, dan berakhlak mulia, berarti kita sedang menyiapkan masa depan Lombok Barat yang semakin maju, mandiri, dan berkeadilan," ucapnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....