Gawe Bleq Kawule Midang Bangkitkan Semangat Hijrah dan Persatuan Warga
- 18 Jun 2026 07:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah terasa begitu kuat di Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Ribuan warga memadati kawasan Masjid Baitul Hidayah untuk mengikuti perhelatan budaya dan religi Gawe Bleq Kawule Midang ke-7, sebuah tradisi tahunan yang telah menjadi simbol persatuan, kebersamaan, sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat pada Minggu 14 Juni 2026 tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Anggota DPR RI Abdul Hadi, Kepala Desa Midang, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai titik awal memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik.
"Nilai-nilai Islam dalam hijrah ini mengajarkan kita semangat untuk berubah dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Yang tadinya malas ke masjid, sekarang harus rajin ke masjid. Itulah makna hijrah yang sesungguhnya," ujarnya.
Menurut perempuan yang akrab disapa Ummi Nurul Adha (UNA) tersebut, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan sikap, akhlak, dan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa setiap bertambahnya usia harus diiringi dengan peningkatan keimanan, kesabaran, serta kepedulian terhadap sesama.
"Mari kita terus menjaga silaturahmi dengan tetangga, memperkuat ukhuwah, memperbanyak amal ibadah, sehingga kehidupan kita semakin diberkahi Allah SWT," katanya.
Selain menjadi perayaan keagamaan, Gawe Bleq Kawule Midang juga dinilai sebagai ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dapat mendengar langsung berbagai aspirasi warga sebagai bahan dalam merumuskan program pembangunan desa.
Wakil Bupati juga memberikan apresiasi atas kerukunan masyarakat Desa Midang yang selama ini mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berkomitmen mempercepat pembangunan hingga ke tingkat desa melalui berbagai program strategis, termasuk alokasi anggaran sebesar Rp1 miliar untuk setiap desa.
"Kalau memang alokasi program satu miliar per desa ini masih kurang, silakan masyarakat mengusulkan kebutuhan prioritas. Bisa disampaikan melalui kepala desa, dibahas dalam Musrenbangdes, bahkan dapat kami sinergikan dengan program aspirasi Anggota DPR RI agar seluruh kebutuhan masyarakat bisa terakomodasi," tegasnya.
Wabup meminta Pemerintah Desa Midang segera menginventarisasi berbagai kebutuhan mendesak masyarakat sehingga dapat diprioritaskan dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, legislatif, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan Lombok Barat yang semakin maju, mandiri, dan berkeadilan.
Melalui pelaksanaan Gawe Bleq Kawule Midang ke-7, ia berharap semangat hijrah terus hidup di tengah masyarakat. Masjid-masjid diharapkan semakin ramai oleh jamaah, generasi muda semakin giat belajar agama dan mengaji, serta Desa Midang berkembang menjadi desa yang religius, sejahtera, dan penuh keberkahan.
"Semoga semangat hijrah ini menjadi kekuatan bersama untuk membangun Desa Midang yang lebih maju, masyarakatnya semakin makmur, kehidupan beragama semakin kuat, dan Lombok Barat mampu menjadi daerah yang maju, mandiri, serta berkeadilan," ucapnya.
Ia berharap tradisi Gawe Bleq Kawule Midang terus dilestarikan sebagai warisan budaya Islami yang mampu mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat karakter masyarakat Lombok Barat.
"Kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga agar desa-desa di Lombok Barat semakin berkembang dan masyarakatnya semakin sejahtera," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....