HUT ke-18 Lombok Utara, Wagub NTB Ajak Masyarakat Jaga dan Lestarikan Budaya

  • 22 Jul 2026 06:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa kemajuan sektor pariwisata harus tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian adat, budaya, dan lingkungan. Di tengah pesatnya perkembangan destinasi wisata di Lombok Utara, warisan budaya dinilai menjadi identitas yang tidak boleh luntur.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri saat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Lombok Utara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa 21 Juli 2026.

Wagub yang akrab disapa Ummi Dinda mengatakan Lombok Utara memiliki modal besar untuk terus berkembang sebagai daerah tujuan wisata dunia. Keberadaan tiga gili yang telah mendunia menjadi daya tarik utama yang mendatangkan wisatawan dari berbagai negara. Namun menurutnya, kemajuan tersebut harus diimbangi dengan komitmen menjaga kekayaan budaya dan kelestarian alam.

"Keterbukaan terhadap perkembangan pariwisata sangat penting, tetapi kita tidak boleh melupakan adat dan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Budaya dan alam yang indah adalah warisan paling berharga yang harus kita jaga untuk anak cucu kita," ujarnya.

Ia mengibaratkan usia ke-18 Kabupaten Lombok Utara sebagai fase kedewasaan yang penuh energi dan optimisme. Pada usia tersebut, daerah berjuluk Gumi Dayan Gunung dinilai telah memiliki semangat untuk terus bergerak maju membangun daerah.

Menurutnya, semangat "Keruan Bagus" yang selama ini menjadi spirit masyarakat Lombok Utara harus terus dipelihara sebagai kekuatan kolektif dalam membangun daerah.

"Kita semua menjadi saksi bagaimana Gumi Dayan Gunung bangkit dari berbagai ujian. Semua itu dapat dilalui karena fondasi gotong royong yang tetap terjaga," katanya.

Wagub juga mengapresiasi konsep perayaan HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara yang dikemas melalui Parade Budaya dan Parade Desa. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang untuk menampilkan identitas, kekayaan seni, tradisi, hingga potensi desa kepada masyarakat luas.

Dentuman gendang beleq, ragam busana tenun khas Sasak, hingga penampilan berbagai produk unggulan desa disebut menjadi gambaran nyata bahwa budaya masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, kekayaan budaya Dayan Gunung yang berpadu dengan nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga alam serta kerukunan antarumat beragama merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah.

"Desa-desa di Lombok Utara adalah ujung tombak pembangunan. Jika desa mandiri dan budayanya tetap lestari, maka kemakmuran daerah akan semakin mudah diwujudkan," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan peringatan hari jadi ke-18 bukan sekadar penanda bertambahnya usia daerah, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen melanjutkan pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan.

Menurut Najmul, perjalanan 18 tahun Kabupaten Lombok Utara merupakan rangkaian perjuangan panjang yang dibangun melalui mimpi, harapan, dan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

"Momentum hari jadi ini menjadi pengingat bahwa semangat kebersamaan harus terus dirawat sebagai landasan menuju Kabupaten Lombok Utara yang semakin berkembang, mandiri, dan sejahtera," ujarnya.

Perayaan HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara tahun ini berlangsung lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menghadirkan Parade Budaya dan Parade Desa yang melibatkan seluruh desa dengan menampilkan produk unggulan, kerajinan lokal, serta kekayaan tradisi dari Gumi Tioq Tata Tunaq.

Ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan rangkaian parade yang menampilkan keberagaman budaya, kreativitas masyarakat desa, serta potensi ekonomi lokal. Kehadiran kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan di Lombok Utara tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga berpijak pada pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat desa sebagai fondasi utama kemajuan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....