Dana KDN Jadi Penopang Desa Perampuan Ditengah Keterbatasan
- 15 Jun 2026 21:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Kehadiran dana Kompensasi Dampak Negatif (KDN) dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebonkongok menjadi salah satu penopang penting bagi berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat.
Kepala Desa Perampuan, H. M. Zubaidi, mengungkapkan dana KDN merupakan bentuk kompensasi atas dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas TPA Kebonkongok terhadap masyarakat sekitar. Dana tersebut telah dianggarkan secara resmi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sosial serta pemberdayaan warga.
“KDN ini merupakan bantuan yang berasal dari kompensasi dampak negatif keberadaan TPA Kebonkongok. Nilainya sebesar Rp65 juta per tahun dan dicairkan dalam dua termin, masing-masing Rp32,5 juta setiap enam bulan. Seluruh anggaran tersebut sudah terakomodasi dalam APBDes Desa Perampuan,” ujarnya, Senin 15 Juni 2026.
Menurut Zubaidi, keberadaan dana tersebut memberikan manfaat nyata bagi desa, terutama dalam mendukung berbagai kegiatan yang tidak seluruhnya dapat dibiayai melalui Dana Desa maupun sumber anggaran lainnya yang terbatas.
Dana KDN, kata dia, digunakan untuk membiayai berbagai program yang dijalankan lembaga-lembaga desa, mulai dari kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) hingga program kepemudaan yang digelar Karang Taruna.
“Berbagai kegiatan desa yang dilaksanakan oleh PKK dan Karang Taruna dapat terbantu melalui dana KDN. Selain itu, sebagian anggaran juga digunakan untuk bantuan langsung kepada warga terdampak dalam bentuk paket sembako dan kegiatan sosial lainnya,” katanya.
Tak hanya itu, dana kompensasi tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung program pembinaan masyarakat yang dilakukan pemerintah desa bersama organisasi kemasyarakatan yang ada di tingkat desa.
“Kegiatan pembinaan yang dilakukan Tim Penggerak PKK, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga aktivitas kepemudaan dapat berjalan karena adanya dukungan dari dana KDN ini,” ucapnya.
Zubaidi menegaskan, di tengah keterbatasan anggaran desa, kehadiran dana kompensasi tersebut menjadi solusi yang sangat membantu keberlangsungan sejumlah program prioritas masyarakat.
“Walaupun dengan keterbatasan anggaran desa saat ini tidak semua kebutuhan dapat dibiayai, alhamdulillah keberadaan KDN memberikan ruang bagi desa untuk tetap menjalankan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Bisa dikatakan dana ini membantu desa untuk tetap bergerak dan bernafas dalam melayani warga,” tegasnya.
Ia berharap program kompensasi tersebut dapat terus berlanjut karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar kawasan terdampak aktivitas TPA Kebonkongok.
“Manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat. Karena itu kami berharap program ini tetap berjalan sehingga berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan, dan bantuan kepada warga dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....