Sinta Iqbal Dorong Guru PAUD Perkuat Karakter Anak NTB sejak Dini

  • 14 Jun 2026 06:31 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mendorong penguatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui peningkatan kapasitas guru.
  • Investasi pendidikan pada usia dini akan menentukan kualitas generasi NTB dalam jangka panjang.
  • Pokja Bunda Literasi dan program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) NTB.

RRI.CO.ID, Matram - Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mendorong penguatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui peningkatan kapasitas guru. Menurutnya, masa PAUD menjadi fase penting dalam membentuk karakter dan kecintaan anak terhadap proses belajar.

Ia menilai investasi pendidikan pada usia dini akan menentukan kualitas generasi NTB dalam jangka panjang. Karena itu, para pendidik PAUD harus mendapat dukungan agar mampu memberikan pembelajaran yang tepat.

"PAUD adalah posisi yang sangat krusial. Kita membutuhkan pendidik yang bekerja dengan hati," kata Sinta saat membuka Forum Diskusi Terpumpun Penguatan Ekosistem Pendidikan Melalui Kolaborasi Peningkatan Kompetensi Literasi Guru PAUD di Prime Park Hotel Mataram, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurutnya, pendekatan terhadap anak tidak bisa diseragamkan. Karakter lingkungan dan kebutuhan peserta didik di setiap daerah berbeda, sehingga guru perlu memiliki kemampuan yang terus diperbarui.

"PAUD di Lombok Barat tidak bisa disamakan dengan PAUD di Sape karena karakternya berbeda," ujarnya.

Sinta juga menyoroti masih adanya guru PAUD di sejumlah wilayah yang mengajar tanpa latar belakang pendidikan anak usia dini. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi tantangan bersama yang harus dijawab melalui pendampingan dan peningkatan kompetensi.

Forum yang digelar bersama Pokja Bunda Literasi dan program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) NTB itu diarahkan untuk melahirkan program sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi anak.

Manajer INOVASI NTB, Jamarudin, mengatakan kolaborasi tersebut fokus memperkuat kemampuan dasar anak, mulai dari literasi, numerasi, hingga pembentukan karakter.

"Yang paling penting menghasilkan program yang bisa dilaksanakan, bukan program yang sangat canggih," katanya.

Program kemitraan INOVASI saat ini telah menjangkau lima kabupaten di NTB, yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Bima, dan Dompu.

Sementara itu, Koordinator Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Guru PAUD, Katman, menyebut seluruh unsur yang terlibat memiliki potensi besar untuk memperkuat ekosistem pendidikan anak usia dini. Ia berharap hasil diskusi tersebut tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi diterapkan oleh para pemangku kepentingan di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....