HAN 2026: Gubernur Iqbal Ajak Orang Tua Hadir untuk Anak meski Terpisah Jarak
- 26 Jul 2026 16:17 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh orang tua, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), untuk tetap hadir melalui komunikasi rutin karena kasih sayang dan perhatian merupakan kebutuhan utama bagi tumbuh kembang anak.
- Pemprov NTB juga memperkuat perlindungan anak melalui pengembangan Sekolah Rakyat dan kolaborasi lintas sektor guna menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan.
RRI.CO.ID, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh orang tua untuk tetap hadir dalam kehidupan anak-anak mereka, meski harus bekerja jauh dari keluarga sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menurutnya, kasih sayang dan komunikasi orang tua merupakan kebutuhan paling mendasar bagi tumbuh kembang anak.
"Hadir untuk anak adalah kebutuhan yang tidak bisa digantikan. Anak membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman dari orang tuanya," kata Iqbal saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Provinsi NTB di Pendopo Gubernur NTB, Minggu, 26 Juli 2026.

Dalam acara tersebut, Gubernur mengajak ratusan anak mengikuti dialog melalui sambungan Zoom dengan sejumlah PMI asal NTB yang bekerja di Malaysia. Momen itu dimanfaatkan untuk mengingatkan para orang tua agar tetap menjaga komunikasi dengan anak-anak meski berada di luar negeri.
Ia meminta para PMI meluangkan waktu melakukan panggilan video atau komunikasi rutin dengan anak. Menurutnya, perhatian sederhana dapat membuat anak tetap merasa dicintai dan memiliki tempat berbagi cerita.
"Peran ayah dan ibu tidak pernah tergantikan oleh jarak. Gunakan waktu senggang untuk menghubungi anak-anak," ujarnya.
Iqbal mengatakan tingginya jumlah PMI asal NTB menjadi tantangan tersendiri karena banyak anak tumbuh tanpa pendampingan langsung dari orang tua. Jika tidak diimbangi perhatian yang cukup, kondisi tersebut berpotensi memunculkan persoalan psikologis maupun sosial.
Sebagai salah satu solusi, Pemerintah Provinsi NTB tengah mengembangkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Timur. Program yang telah mendapat persetujuan Menteri Sosial dan Menteri PUPR itu disiapkan sebagai tempat pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan gratis bagi anak-anak pekerja migran.
Meski demikian, Iqbal menegaskan kehadiran negara tidak dapat menggantikan peran keluarga.
"Yang kami minta bukan uang. Komitmennya adalah melakukan video call kepada anak sekurang-kurangnya satu kali dalam seminggu agar komunikasi tetap terjaga," katanya.
Selain memperkuat peran keluarga, Pemprov NTB juga terus membangun lingkungan yang aman bagi anak melalui kolaborasi dengan Forkopimda, Kanwil Kementerian Agama, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Usai menyampaikan sambutan, Iqbal turun dari panggung dan mendongeng bersama ratusan anak. Melalui cerita yang disampaikan, ia mengajak anak-anak menghormati orang tua serta mengingatkan agar tidak mudah mengikuti ajakan orang yang tidak dikenal sebagai bentuk perlindungan dari berbagai tindak kejahatan terhadap anak.
Bunda PAUD Provinsi NTB Sinta Agathia mengatakan Hari Anak Nasional menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, dan membangun rasa percaya diri melalui pertemuan dengan teman-teman dari berbagai daerah.
Ia berharap momentum tersebut dapat memperkuat semangat menciptakan lingkungan yang ramah anak sekaligus mempererat peran keluarga dalam membentuk karakter generasi masa depan.
Menutup rangkaian kegiatan, Iqbal menegaskan bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari keluarga.
"Membangun jalan, sekolah, dan infrastruktur adalah investasi pembangunan. Namun membangun anak-anak yang tumbuh dalam kasih sayang adalah investasi peradaban," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....