Gubernur Iqbal Percepat Transformasi SMK Berbasis Industri

  • 05 Agt 2026 11:09 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong transformasi SMK berbasis industri untuk mencetak lulusan yang siap kerja dan sesuai kebutuhan dunia usaha.
  • Pemprov NTB akan memperkuat kerja sama dengan SMK Mitra Industri MM2100 guna meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan membuka peluang kerja hingga ke luar negeri.

RRI.CO.ID, Bekasi – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mempercepat transformasi pendidikan vokasi melalui penguatan kemitraan antara sekolah dan dunia industri. Langkah ini ditempuh untuk mencetak lulusan SMK yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri sekaligus berdaya saing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut ditegaskan Iqbal saat mengunjungi SMK Mitra Industri MM2100 di Kabupaten Bekasi, Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB Syamsul Hadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Aidy Furqan, serta Kepala SMKN 5 Mataram.

Selama hampir tiga jam, rombongan meninjau penerapan Teaching Factory (TEFA), Project Based Learning (PBL), sistem pembelajaran berbasis industri, hingga skema penyiapan siswa untuk program magang dan penempatan kerja ke Jepang maupun Jerman. Mereka juga mengunjungi bengkel praktik, laboratorium, dan berbagai fasilitas yang dirancang menyerupai lingkungan kerja di industri.

Menurut Iqbal, tantangan utama pendidikan vokasi saat ini bukan terbatasnya lapangan kerja, melainkan belum selarasnya kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

"Lapangan kerja itu selalu ada. Yang perlu kita benahi adalah bagaimana menyiapkan lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Di situlah pentingnya membangun link and match yang nyata, bukan sekadar slogan," kata Iqbal.

Ia menilai pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, etos kerja, kemampuan beradaptasi, dan budaya kerja yang sesuai dengan standar perusahaan modern.

"Ketika masuk ke dunia industri, anak-anak kita tidak boleh lagi mengalami kesulitan beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan. Karakter, disiplin, dan etos kerja harus dibangun sejak mereka masih berada di bangku sekolah," ujarnya.

SMK Mitra Industri MM2100 merupakan salah satu sekolah vokasi rujukan nasional yang menerapkan kurikulum berbasis kebutuhan industri. Sekolah yang berada di kawasan industri MM2100 itu bekerja sama dengan asosiasi Human Resources Development (HRD) perusahaan-perusahaan besar sehingga penyusunan kurikulum, standar kompetensi, hingga evaluasi pembelajaran dilakukan berdasarkan kebutuhan riil dunia usaha.

Selain memiliki fasilitas Teaching Factory sebagai sarana praktik dan uji kompetensi, sekolah tersebut juga mengintegrasikan pembinaan karakter, budaya kerja industri, serta lembaga pelatihan kerja berlisensi Sending Organization (SO). Skema itu memungkinkan lulusan memperoleh akses bekerja ke luar negeri tanpa melalui lembaga perantara.

Model pembelajaran tersebut dinilai berhasil meningkatkan tingkat penyerapan lulusan. Hampir seluruh alumni setiap tahun langsung bekerja di perusahaan dalam maupun luar negeri.

Iqbal mengatakan konsep serupa layak diterapkan di NTB. Menurut dia, daerah tersebut telah memiliki sejumlah program vokasi yang dapat dikembangkan, seperti Komatsu School Welding dan UT School.

"Di NTB sebenarnya kita sudah memiliki fondasi yang baik. Ke depan, model-model seperti ini harus kita perbanyak agar lulusan SMK benar-benar siap memasuki dunia kerja," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi NTB telah mengundang pendiri dan manajemen SMK Mitra Industri MM2100 untuk berkunjung ke NTB guna membahas peluang kerja sama yang lebih konkret.

Kerja sama itu direncanakan meliputi pendampingan pengembangan SMK berbasis industri, penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pembentukan budaya kerja sekolah, hingga pengembangan pendidikan yang terintegrasi dengan lembaga pelatihan kerja untuk membuka akses penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Pemerintah Provinsi NTB menargetkan semakin banyak SMK berkembang menjadi SMK Go Global, yakni sekolah vokasi yang mampu menghasilkan lulusan berstandar industri nasional dan internasional.

Bagi Iqbal, transformasi pendidikan vokasi tidak cukup diukur dari tingginya angka kelulusan. Yang lebih penting adalah memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing yang dibutuhkan dunia kerja sehingga mampu menekan angka pengangguran lulusan SMK secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....