HNSI Dompu Soroti Praktik Penangkapan Ikan Tidak Ramah Lingkungan di Teluk Saleh

  • 11 Jun 2026 15:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan bom ikan dan waring, terutama di kawasan Teluk Saleh, dinilai berpotensi mengancam kelestarian ekosistem laut.

Aktivitas tersebut dikhawatirkan merusak terumbu karang yang menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan bernilai ekonomis.

Praktik destruktif tersebut juga dinilai mengancam keberlangsungan sumber daya perikanan di perairan Teluk Saleh, kawasan laut strategis di Pulau Sumbawa yang menjadi tumpuan hidup ribuan nelayan pesisir.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Muhammad Syafi’i mengatakan, bersama nelayan setempat pihaknya rutin melakukan pemantauan di wilayah perairan sekitar Tata Gurita menuju Hodo.

Dalam kegiatan pengawasan tersebut, HNSI menemukan adanya indikasi penggunaan alat tangkap dan alat bantu yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.

“Alat-alat ilegal itu seperti kompresor dan alat-alat lain yang dapat merusak habitat laut, yang kami temukan,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurutnya, Teluk Saleh merupakan kawasan perairan yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi bagi masyarakat Pulau Sumbawa.

Selain menjadi daerah penangkapan ikan tradisional, kawasan tersebut juga dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut yang mendukung produktivitas sektor perikanan.

Karena itu, kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan ilegal dinilai dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap populasi ikan maupun kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kalau terumbu karangnya rusak, habitat ikan juga akan hilang. Dampaknya tentu sangat besar bagi nelayan dan keberlanjutan perikanan di wilayah ini,” katanya.

Ia menjelaskan, praktik destructive fishing seperti penggunaan bahan peledak, bahan kimia berbahaya maupun metode penangkapan lain yang merusak, menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan sumber daya laut.

Untuk mengantisipasi praktik tersebut terus berlanjut, HNSI meminta pihak berwenang seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Polisi Air dan Udara (Polairud), Pokwasmas serta elemen terkait lainnya agar rutin melakukan patroli di kawasan Teluk Saleh.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Langkah pengawasan yang intensif dinilai penting untuk menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus melindungi mata pencaharian masyarakat nelayan yang bergantung pada sumber daya perairan di kawasan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....