Pemprov NTB dan ASITA Perkuat Sinergi Kejar Target Pariwisata Mendunia

  • 10 Jun 2026 14:25 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB periode 2026–2031
  • Pemerintah daerah menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru ASITA untuk memperkuat promosi dan konektivitas pariwisata NTB
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri perjalanan wisata untuk mengejar target menjadikan NTB sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri perjalanan wisata untuk mengejar target menjadikan NTB sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Komitmen tersebut mengemuka dalam pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB periode 2026–2031 di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Rabu, 10 Juni 2026.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengatakan pemerintah daerah menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru ASITA untuk memperkuat promosi dan konektivitas pariwisata NTB. Menurut dia, organisasi pelaku perjalanan wisata memiliki posisi strategis dalam mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Saya menyampaikan salam hangat dari Bapak Gubernur. Beliau menaruh harapan besar agar kepengurusan ASITA yang baru dapat memberikan kontribusi nyata dan bersinergi bersama pemerintah provinsi maupun 10 kabupaten/kota dalam memajukan pariwisata NTB,” kata Wagub NTB.

Ia menyebut pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pemerintahan Lalu Muhamad Iqbal bersama dirinya. Selain pengentasan kemiskinan ekstrem dan penguatan ketahanan pangan, pemerintah daerah menempatkan “pariwisata mendunia” sebagai agenda utama pembangunan NTB lima tahun ke depan.

Menurut Dinda, NTB memiliki modal kuat berupa kekayaan alam dan budaya yang tersebar di Pulau Lombok maupun Sumbawa. Posisi NTB yang berdekatan dengan Bali dan Nusa Tenggara Timur juga dinilai menjadi keuntungan untuk memperluas pasar wisata. Namun ia mengingatkan, kemajuan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan destinasi.

“Kesiapan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, serta keramahan yang menjadi ciri khas NTB juga harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ketua DPD ASITA NTB periode 2026–2031, Sellywati, mengatakan industri perjalanan wisata di NTB masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya harga tiket transportasi yang mempengaruhi minat kunjungan wisatawan. Selain itu, pola perjalanan wisata juga terus berubah sehingga pelaku usaha dituntut lebih adaptif.

“Kami akan melanjutkan apa yang belum dikerjakan oleh pengurus sebelumnya. Tantangan yang kami hadapi cukup kompleks, mulai dari harga tiket hingga perubahan pola perjalanan wisata,” katanya.

Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, ASITA NTB menyiapkan sejumlah agenda promosi nasional dan internasional. Salah satunya penyelenggaraan Travel Mart yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 setelah gelaran MotoGP Mandalika. Kegiatan itu akan mempertemukan agen perjalanan dari berbagai daerah dan luar negeri dengan pelaku wisata NTB guna menjajaki kerja sama paket perjalanan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP ASITA, N. Rusmiati, meminta seluruh anggota organisasi memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Menurut dia, promosi pariwisata tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri dan membutuhkan dukungan seluruh pelaku industri.

“Pemerintah dan pebisnis harus bersinergi dan dapat mengambil bagian dalam mempromosikan NTB di dunia dengan destinasi wisatanya,” ujar Rusmiati.

Saat ini ASITA NTB memiliki lebih dari 100 anggota yang bergerak di bidang perjalanan wisata dan jasa travel. Pemerintah daerah berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis untuk memperluas pasar wisata sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke NTB dalam beberapa tahun mendatang.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....