Tagana Perkuat Mitigasi Bencana di Pantai Mataram
- 10 Jun 2026 07:20 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Ancaman gelombang tinggi dan potensi banjir rob di kawasan pesisir mendorong Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram meningkatkan kesiapsiagaan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat deteksi dini, mempercepat evakuasi, serta meminimalkan risiko korban jiwa di wilayah pantai yang rawan terdampak cuaca ekstrem.
Kepala Dinsos Kota Mataram, Muzakkir Walad, mengatakan sejumlah personel Tagana telah disiagakan di titik-titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap rob dan gelombang besar. Penempatan tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
“Kami menyiagakan personel Tagana di sejumlah kawasan pesisir yang rawan rob dan gelombang tinggi. Tujuannya untuk mempercepat deteksi dini, memfasilitasi evakuasi warga, serta mengoptimalkan layanan perlindungan sosial apabila terjadi bencana,” ujarnya Selasa, 9 Juni 2026.
| Baca juga: BPBD Susun Kajian Risiko Bencana Sumbawa |
Personel Tagana ditempatkan di beberapa wilayah pesisir, yakni Bintaro sebanyak tiga orang, Kampung Banjar satu orang, Ampenan Selatan dua orang, serta kawasan Bangsal hingga Bagek Kembar sebanyak tiga orang. Mereka bertugas memantau kondisi lapangan, memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus mendukung penanganan darurat apabila terjadi situasi yang membahayakan.
"Ditempatkannya tagana di lokasi rawan juga bertujuan memastikan proses pendataan korban maupun distribusi bantuan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terorganisir ketika bencana terjadi," katanya.
Selain fokus pada kesiapsiagaan bencana, personel Tagana juga diminta aktif mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai. Pengunjung dan warga pesisir diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak yang bermain di tepi laut.
“Tagana harus menjadi orang terdepan, baik dalam penanganan bencana alam maupun bencana sosial, mulai dari tahap pra-bencana hingga pascabencana. Mereka juga harus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di pantai,” ucapnya.
Dinsos menilai peningkatan kewaspadaan menjadi semakin penting setelah insiden tragis yang menimpa dua anak yang terseret arus di kawasan pantai dan ditemukan meninggal dunia beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh pihak untuk memperkuat sistem mitigasi dan respons darurat di wilayah pesisir.
Muzakkir mengungkapkan saat kejadian tersebut, dua personel penyelam Tagana telah diterjunkan untuk membantu proses pencarian. Namun, kondisi air yang keruh dan arus yang cukup kuat menyulitkan upaya pencarian korban.
“Peristiwa itu menjadi pelajaran penting bagi kami. Dua penyelam Tagana sudah turun langsung, tetapi kondisi air yang keruh membuat jarak pandang sangat terbatas sehingga proses pencarian tidak mudah dilakukan,” ungkapnya.
Berdasarkan evaluasi tersebut, Dinsos Kota Mataram menilai perlu adanya penambahan personel Tagana yang memiliki kemampuan menyelam guna memperkuat kapasitas tim saat menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan.
Dinsos mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di kawasan pantai untuk sementara waktu. Langkah pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan harus melakukan penanganan setelah terjadi korban.
“Kami menyarankan masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, untuk sementara tidak bermain di pantai sampai kondisi benar-benar aman,” jelas Muzakkir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....