Pasca Kebakaran Sade, Pemprov NTB Siapkan Destinasi Wisata Lebih Tangguh Bencana
- 23 Agt 2026 16:17 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Kebakaran Desa Adat Sade menjadi pengingat penting bagi NTB untuk memperkuat mitigasi bencana di destinasi wisata.
- Disparekraf NTB mendorong rekonstruksi Sade yang tetap menjaga budaya, sekaligus lebih aman dan berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB menyebut kebakaran Desa Adat Sade, Lombok Tengah, sebagai pengingat penting untuk memperkuat mitigasi bencana di kawasan wisata. Kepala Disparekraf NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan pengembangan destinasi wisata ke depan tidak cukup hanya mengandalkan aspek budaya dan daya tarik wisata.
Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana juga harus menjadi bagian dari perencanaan. “Di balik duka yang dirasakan, ada pelajaran penting bahwa pengembangan destinasi wisata ke depan harus semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan, termasuk kesiapsiagaan dan mitigasi bencana,” ujar Aulia, Ahad, 23 Agustus 2026.
Aulia turut mendampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat penanganan kebakaran Desa Adat Sade pada Sabtu malam. Ia mengatakan karakter bangunan tradisional Sade menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mitigasi kebakaran.
Rumah adat Sade banyak menggunakan material seperti kayu, bambu, dan atap ilalang. Material tersebut merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Sasak, namun relatif mudah terbakar.
“Kita perlu menghadirkan sistem mitigasi bencana yang lebih baik sehingga pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan aspek keselamatan masyarakat dan pengunjung,” ujarnya.
Menurutnya, rehabilitasi dan rekonstruksi Sade nantinya tidak boleh sekadar membangun kembali bangunan yang terdampak. Proses tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat konsep pariwisata berkelanjutan.
Pelestarian budaya, perlindungan lingkungan dan mitigasi bencana, kata dia, perlu ditempatkan dalam satu kerangka pembangunan destinasi.
“Rekonstruksi Desa Adat Sade hendaknya menjadi momentum untuk menghadirkan destinasi wisata yang semakin berkelanjutan. Pelestarian budaya harus tetap menjadi prioritas, namun di saat yang sama kita perlu memastikan sistem mitigasi bencana yang memadai agar destinasi memiliki ketahanan lebih baik di masa mendatang,” kata Ahmad.
Disparekraf NTB menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, pemerintah desa, komunitas adat dan pemangku kepentingan pariwisata untuk mendukung proses rehabilitasi Sade.
Aulia berharap Sade dapat kembali menjadi destinasi wisata budaya yang tidak hanya mempertahankan keaslian tradisi Sasak, tetapi juga lebih aman dan tangguh menghadapi risiko bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....