Rekonstruksi Bangunan Desa Sade Diupayakan Kembali Persis Seperti Bangunan Lama

  • 24 Agt 2026 16:46 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengupayakan rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, dilakukan semirip mungkin dengan kondisi sebelum kebakaran. Upaya itu dilakukan untuk menjaga karakter dan nilai budaya kawasan adat Sade yang menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Lombok Tengah.

Asisten II Setda NTB Muhammad Faozal mengatakan, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan pendataan seluruh bangunan yang terdampak kebakaran.

Pendataan tersebut mencakup kepemilikan, ukuran, hingga posisi setiap bangunan di kawasan Sade.

“Yang pertama, segera mulai besok akan ada pendataan kepemilikan atas seluruh bangunan yang ada di Dusun Adat Sade ini,” kata Faozal, Senin 24 Agustus 2026.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 75 unit bangunan rumah di kawasan tersebut. Pendataan akan dilakukan secara terperinci atau berdasarkan nama dan alamat pemilik bangunan.

Setelah pendataan, pemerintah akan melibatkan masyarakat dalam pembahasan bentuk dan desain bangunan yang akan dibangun kembali.

Faozal menegaskan, rekonstruksi Sade tidak diarahkan untuk mengubah bentuk bangunan mengikuti perkembangan zaman. Sebaliknya, pemerintah ingin mengembalikan kawasan tersebut seperti kondisi sebelum kebakaran.

“Sedapat mungkin bisa sama. Nanti dari Balai Pelestarian Kebudayaan akan melakukan desain terhadap bangunan yang sudah terbakar ini dan akan kita kembalikan pada bentuk yang aslinya,” ujarnya.

Meski bentuk bangunan akan dipertahankan, pemerintah akan melakukan pembenahan pada sejumlah fasilitas pendukung untuk meningkatkan keamanan kawasan.

Pembenahan itu antara lain menyangkut ketersediaan air untuk pemadaman kebakaran, jalur evakuasi, serta sarana tanggap darurat.

Faozal mengatakan, fasilitas mitigasi bencana tersebut akan menjadi bagian dari rekonstruksi.

“Ini adalah ruang kita untuk melakukan pembenahan pada seluruh fasilitas yang ada di dalam kawasan ini, termasuk jalur evakuasi untuk mitigasinya,” katanya.

Dengan demikian, bangunan tradisional Sade tetap dipertahankan, sementara fasilitas pendukungnya disesuaikan agar lebih siap menghadapi risiko bencana.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan NTB Ahmad Hariri mengatakan, rekonstruksi bangunan tradisional Sade memungkinkan dilakukan.

Menurut dia, bangunan tradisional memiliki pakem dan pola tertentu yang masih dapat ditelusuri melalui bangunan yang tersisa maupun pengetahuan masyarakat setempat.

Selain itu, terdapat sejumlah penelitian dan dokumentasi mengenai bangunan adat Sade yang dapat dijadikan rujukan.

“Kita akan coba telusuri lebih dalam, barangkali memang tersimpan dokumentasi terkait dengan bangunan-bangunan adat yang di sini,” kata Ahmad.

Dokumentasi tersebut nantinya akan dipadukan dengan keahlian arsitektur untuk menduplikasi desain bangunan yang terbakar.

Desain itu kemudian akan disesuaikan dengan denah dan tata letak kawasan sebelum kebakaran.

Namun, Ahmad mengatakan, rekonstruksi tidak hanya mengembalikan bentuk lama. Aspek keamanan dan mitigasi bencana juga akan dimasukkan dalam desain baru.

“Kita akan padukan pola ruang tradisional ini dengan sarana dan prasarana keamanan atau mitigasi bencana yang lebih baik,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....