MTQ Jadi Ajang Diplomasi Sosial Kafilah Mataram
- 08 Jun 2026 06:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ke-31 tidak hanya dipandang sebagai arena kompetisi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun karakter generasi Qurani dan memperkuat persaudaraan antar daerah.
"Pemerintah Kota Mataram menekankan pentingnya menjaga akhlak, kekompakan, dan etika selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MTQ yang berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah pada 7–16 Juni 2026," ujar Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, saat melepas 85 anggota Kafilah Kota Mataram di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, Minggu 7 Juni 2029.
Menurutnya, para peserta yang berangkat bukan sekadar mewakili daerah dalam perlombaan, tetapi juga membawa nama baik Kota Mataram di hadapan masyarakat NTB. MTQ bukan hanya tentang perlombaan. Kalian adalah duta Kota Mataram yang akan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.
"Tunjukkan akhlak yang baik, jaga kekompakan, dan jadilah teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui sikap, perilaku, serta interaksi sosial selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MTQ,” ujar Mohan.
Wali Kota menilai pelaksanaan MTQ memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar mengejar prestasi. Ia mengibaratkan kegiatan tersebut sebagai bentuk "diplomasi sosial" yang mempertemukan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di NTB untuk membangun ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat kebersamaan melalui syiar Al-Qur’an.
"Keberhasilan peserta tidak hanya diukur dari capaian juara, tetapi juga dari kemampuan menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari." kata Mohan.
Interaksi yang baik antar kafilah diyakini dapat memperkuat hubungan sosial sekaligus memperkenalkan citra positif Kota Mataram kepada daerah lain.Selain aspek karakter, Mohan juga menekankan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi.
Menurutnya, kemampuan teknis yang telah diperoleh selama proses pembinaan harus dibarengi dengan kepercayaan diri dan kematangan psikologis agar peserta mampu tampil optimal di arena lomba.
“Kalian sudah dibekali ilmu dan pemahaman yang cukup. Sekarang yang diperlukan adalah kepercayaan diri, kematangan mental, dan kemampuan beradaptasi dengan situasi di arena lomba,” katanya.
Ia menjelaskan, faktor psikologis sering menjadi penentu keberhasilan seorang peserta saat tampil di hadapan dewan hakim. Karena itu, kemampuan mengelola tekanan dan beradaptasi dengan lingkungan baru menjadi bekal penting yang harus dimiliki seluruh anggota kafilah.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Mataram optimistis mampu bersaing pada MTQ tingkat provinsi tahun ini. Optimisme tersebut didasarkan pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Kota Mataram, tingkat literasi masyarakat yang terus berkembang, serta potensi generasi muda yang dinilai mampu berprestasi di berbagai cabang yang diperlombakan.
“Berikan kemampuan terbaik yang dimiliki. Prestasi penting, tetapi menjaga nama baik Kota Mataram dan menunjukkan akhlak yang baik juga merupakan keberhasilan yang tidak kalah bernilai,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....