Khairunnisa Antar NTB Raih Peringkat 9 MTQ Nasional 2026
- 21 Sep 2026 17:47 WIB
- Mataram
Poin Utama
- NTB melonjak ke peringkat 9 MTQ Nasional XXXI di Semarang, naik 14 posisi dari peringkat 23 pada MTQ Nasional sebelumnya.
- Khairunnisa asal Bima menjadi juara 1 Qira’at Mujawwad Dewasa Putri dan kini disiapkan untuk mengikuti MTQ Internasional di Kuala Lumpur.
RRI.CO.ID, Matram - Kafilah Nusa Tenggara Barat (NTB) melesat ke posisi sembilan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. NTB mengoleksi nilai 34, naik 14 peringkat dibandingkan MTQ Nasional XXX di Kalimantan Timur yang menempatkan daerah itu di posisi ke-23.
Lompatan tersebut ditandai dengan satu gelar juara nasional. Khairunnisa, qariah asal Bima, menjadi juara pertama Qira’at Mujawwad Dewasa Putri.
Selain Khairunnisa, NTB meraih sejumlah prestasi lain. Ahmad Masyhun menjadi juara kedua Tafsir Bahasa Arab, sedangkan Maesarah meraih juara ketiga Tilawah Dewasa Putri.
Tiga wakil NTB lainnya memperoleh gelar harapan. Taqwa Hikmatullah meraih Harapan 1 Hafalan Al-Qur’an 10 Juz, M. Haikal Afad meraih Harapan 2 Hafalan 30 Juz, dan Ahmad Kodri mendapat Harapan 3 Qira’at Mujawwad Al-Qur’an Dewasa Putra.
Sejumlah peserta NTB juga menembus babak final, di antaranya Nihla Hudya Alnaisa pada Tilawah Anak-Anak Putri, Holis Susabri pada Tilawah Remaja Putra, serta peserta dari cabang Fahmil Qur’an.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut Khairunnisa bersama para pelatih dan jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB di ruang kerjanya, Senin, 21 September 2026. Iqbal mengatakan capaian tersebut menunjukkan hasil dari pola pembinaan yang mulai dilakukan lebih panjang dan sistematis.
Sebelum berangkat ke Semarang, para kafilah menjalani training center (TC) sekitar 40 hari di Mataram. Mereka kemudian melanjutkan persiapan di Semarang.
“Ini adalah karena upaya dari LPTQ NTB untuk melakukan pembinaan dengan lebih baik,” kata Iqbal.
Menurut dia, MTQ tidak semata-mata tentang mengejar gelar juara. Ajang tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menghidupkan syiar Al-Qur’an dan membangun generasi muda yang memiliki kemampuan dalam kajian Al-Qur’an.
“Ini bukan soal juara, tapi soal menghidupkan syiar,” ujar dia.
Iqbal meminta posisi kesembilan tidak dianggap sebagai garis akhir. Pemerintah provinsi bersama LPTQ NTB akan memperkuat pembinaan dan penjaringan talenta qari serta qariah sejak tingkat desa dan kecamatan.
“Tidak boleh turun dari ranking 9 ini. Minimal 9. Syukur-syukur bisa masuk 5 besar dulu,” kata dia.
Menurut Iqbal, NTB memiliki banyak talenta di bidang tilawah dan kajian Al-Qur’an. Persoalannya adalah bagaimana memastikan talenta tersebut mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan dan tetap membawa nama NTB dalam berbagai kompetisi.
Dia mencontohkan Samsuri Firdaus, qari asal Bima yang pernah mendapat pembinaan dari pelatih NTB dan kemudian berprestasi dengan membawa nama daerah lain. Kondisi itu, menurut Iqbal, menjadi pelajaran bahwa pembinaan tidak cukup hanya mencari talenta, tetapi juga harus mampu menjaga dan mengembangkan mereka.
“Bagi kepala daerah, pembinaan itu yang menjadi obsesinya, bukan sekadar lombanya,” ujar Iqbal.
Pemerintah Provinsi NTB juga menyiapkan bonus bagi para kafilah yang berprestasi. Besaran penghargaan tersebut akan diumumkan kemudian.
Iqbal mengatakan prestasi di bidang Al-Qur’an harus mendapat penghargaan yang setara dengan prestasi generasi muda di bidang lain.
Setelah membawa NTB meraih juara pertama di Semarang, Khairunnisa masih memiliki agenda berikutnya. Qariah asal Bima tersebut dijadwalkan mengikuti MTQ Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Oktober 2026.
Iqbal mengatakan Khairunnisa akan kembali menjalani pembinaan sebelum berangkat ke Malaysia.
“Beliau ini Oktober nanti akan mengikuti MTQ Internasional di Kuala Lumpur. Tetap pelatihan, sebelum berangkat akan dibina lagi,” kata Iqbal.
Khairunnisa mengatakan pembinaan yang lebih panjang membuat persiapannya lebih matang. Dia menjalani pembinaan selama hampir dua bulan dengan pola latihan yang lebih intensif.
“Alhamdulillah kemarin dibina selama hampir dua bulan lamanya. Sekarang lebih intens dan hasilnya lebih meningkat,” kata Khairunnisa.
Dia berharap pola pembinaan tersebut dapat dipertahankan dan diperkuat. Dengan begitu, semakin banyak qari dan qariah NTB yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....