Petani Dompu Disarankan Tanam Kacang Hijau dan Kedelai saat Kemarau
- 02 Jun 2026 12:26 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Memasuki musim kemarau, petani di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, disarankan mulai mengembangkan komoditas kacang hijau dan kedelai, terutama pada wilayah pertanian tadah hujan yang memiliki keterbatasan pasokan air.
Dua komoditas tersebut dinilai lebih cocok ditanam pada musim kemarau karena tidak membutuhkan air berlebihan dan memiliki risiko serangan penyakit yang relatif lebih rendah apabila dilakukan perawatan dan sanitasi lahan dengan baik.
Sekretaris Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Dompu, Johansyah, mengatakan wilayah Kecamatan Pajo serta sebagian wilayah Kecamatan Woja dan Kilo selama ini masih banyak mengandalkan curah hujan untuk kebutuhan pertanian.
“Untuk daerah-daerah yang masih mengandalkan air hujan, kacang hijau dan kedelai cukup cocok dikembangkan saat musim kemarau,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Johansyah, kedua komoditas tersebut telah terbukti cukup menguntungkan bagi petani, terutama jika didukung pengelolaan lahan yang baik dan sanitasi pertanian dilakukan secara benar.
Ia menjelaskan, sanitasi lahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan serangan hama dan penyakit tanaman yang kerap muncul saat musim pancaroba.
“Kalau sanitasi lahannya bagus, tanaman ini relatif tahan terhadap penyakit yang ada di lahan-lahan,” katanya.
Johansyah memprediksi musim pancaroba atau masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di Kabupaten Dompu hanya akan berlangsung sekitar dua bulan.
Karena itu, petani yang sementara mengistirahatkan lahannya diminta memanfaatkan waktu tersebut untuk membersihkan lahan dan memperbaiki kondisi areal pertanian sebelum kembali memasuki musim tanam berikutnya.
“Dalam masa istirahat lahan, petani sebaiknya fokus melakukan sanitasi lahan agar nanti saat ditanami kembali tidak mudah terserang hama,” ujarnya.
Sementara itu, untuk wilayah pertanian yang memiliki jaringan irigasi teknis, Johansyah menilai komoditas padi masih cukup baik untuk dikembangkan.
Selain didukung ketersediaan air yang mencukupi, harga gabah pada musim panen sebelumnya juga dinilai masih mampu bertahan di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....