Hari Lahir Pancasila 2026, Pancasila Ideologi yang Hidup Ditengah Masyarakat

  • 01 Jun 2026 17:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Senin 1 Juni 2026. Dalam momentum tersebut, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri Wakapolda NTB, para Pejabat Utama Polda NTB, perwira, bintara, serta seluruh ASN Polri di lingkungan Polda NTB. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang dibacakannya, Kapolda NTB menegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi pedoman utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk dinamika global yang semakin kompleks.

(Foto Humas Polda NTB)

Menurutnya, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan kembali komitmen kebangsaan dan memastikan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi napas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hari ini adalah momentum refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Kapolda saat membacakan amanat.

Ia menekankan bahwa Pancasila telah terbukti mampu menjadi fondasi kokoh yang menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai ujian sejarah. Di saat banyak negara menghadapi ancaman perpecahan akibat perbedaan identitas, Indonesia tetap berdiri teguh karena kuatnya nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang ketangguhannya telah dibuktikan. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh,” lanjutnya.

Kapolda NTB juga mengajak seluruh personel Polri dan masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk tidak berhenti menjadikan Pancasila sebatas dasar negara, tetapi menjadikannya sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam tindakan nyata.

Implementasi nilai-nilai Pancasila, kata dia, harus tercermin dalam sikap toleransi, semangat gotong royong, penghormatan terhadap keberagaman, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Di akhir amanatnya, Kapolda kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan sebagai modal utama bangsa dalam menghadapi tantangan masa depan. Keberagaman yang dimiliki Indonesia harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat pembangunan nasional.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan semangat Pancasila, kita wujudkan Indonesia yang maju, harmonis, dan berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia,” tutupnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Polda NTB menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga dan diamalkan. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, Pancasila tetap menjadi perekat persatuan sekaligus kompas moral bagi bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....