Wabup UNA Tegaskan Kepala Sekolah Penentu Masa Depan Pendidikan
- 29 Mei 2026 12:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Lombok Barat kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan daerah. Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, secara resmi menutup kegiatan Training of Trainers (ToT) Fasilitator Daerah Penguatan Kepemimpinan Satuan Pendidikan untuk Peningkatan Mutu Layanan Berkelanjutan yang berlangsung di Ballroom Hotel Aruna Senggigi, Senin 25 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti para fasilitator pendidikan dari lima kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pelatihan itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah demi meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Ummi Nurul Adha (UNA) menyampaikan apresiasi kepada manajer inovasi dan fasilitator pusat yang telah menghadirkan pelatihan intensif tersebut di Lombok Barat.
“Bapak dan Ibu telah mendapatkan pembekalan terbaik selama tiga hari ini. Insyaallah ini menjadi pelatihan yang berkelanjutan. Dari ruangan ini, dampaknya harus berlanjut ke kabupaten masing-masing hingga ke sekolah-sekolah, sehingga melahirkan kepala sekolah terbaik di NTB yang mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di daerah kita,” ujarnya.
UNA menegaskan, kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan metode pembelajaran, tetapi sangat ditentukan oleh karakter kepemimpinan kepala sekolah. Menurutnya, pemimpin sekolah yang disiplin dan mampu memberi keteladanan akan menciptakan budaya kerja positif bagi para guru.
“Ketika kepala sekolah mampu menjadi pemimpin yang disiplin dan memberikan keteladanan, maka guru-guru otomatis akan mengikuti. Jika kapasitas merasa kurang, ruang untuk belajar selalu ada. Namun yang paling utama adalah komitmen. Kurikulum sebaik apa pun, jika komitmen kepemimpinannya lemah, maka yang lain juga akan ikut lemah,” katanya menegaskan.
Sebagai sosok yang memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan, UNA juga menyoroti pentingnya peran guru dalam membangun kedekatan emosional dengan peserta didik. Ia menilai pendekatan yang menyentuh hati akan lebih efektif dalam mentransfer ilmu sekaligus membentuk karakter anak.
Menurutnya, guru bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi figur pengganti orang tua di lingkungan sekolah, terutama bagi siswa sekolah dasar yang sedang memasuki fase belajar mandiri secara psikologis.
“Guru yang memiliki semangat tinggi akan mampu mendekati anak didik dengan cara yang tepat. Dengan pendekatan yang baik, proses transfer ilmu dan pembentukan akhlak akan berjalan efektif, meskipun tantangan yang dihadapi anak-anak sangat besar,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Lombok Barat juga mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berada di sekolah, melainkan bagaimana membangun sinergi bersama wali murid. Ia menyebut kondisi sosial masyarakat yang beragam menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik di daerah.
“Bagaimana menghadirkan dan meyakinkan wali murid agar merasa memiliki tanggung jawab yang sama terhadap pendidikan anak, itulah tantangan spesifik bagi Bapak dan Ibu di daerah masing-masing. Kita harus mampu mengajak mereka berpikir bersama demi masa depan anak-anak kita,” katanya.
Di akhir sambutannya, UNA meminta seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan untuk segera menyebarluaskan ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada para kepala sekolah di daerah asal masing-masing.
“Pelatihan selama tiga hari ini tidak akan berarti apa-apa jika Bapak dan Ibu tidak memiliki komitmen untuk melanjutkan dan menyampaikan hasilnya kepada kepala sekolah di kabupaten masing-masing. Saya yakin, dengan pembekalan ini akan lahir inovasi-inovasi baru demi kemajuan pendidikan kita,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....