Disdik Tata Ulang Sebaran Murid
- 07 Jul 2026 15:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP di Kota Mataram resmi berakhir, namun pekerjaan Dinas Pendidikan belum selesai. Sejumlah sekolah negeri masih kekurangan peserta didik, sementara sebagian calon murid belum memperoleh sekolah. Kondisi ini mendorong Dinas Pendidikan melakukan pendistribusian murid agar daya tampung sekolah dapat dimanfaatkan secara lebih merata.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Yusuf Zain, mengatakan seluruh tahapan penerimaan melalui empat jalur telah ditutup sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang berlaku. Saat ini, fokus pemerintah adalah menempatkan calon murid yang belum tertampung ke sekolah-sekolah yang masih memiliki kursi kosong.
"Empat jalur sudah berjalan sesuai juklak dan juknis. Sekarang kami melakukan pendistribusian ke sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa," ujarnya, Selasa 7 Juli 2026.
Ia menyebut sejumlah sekolah yang masih kekurangan peserta didik di antaranya SMP Negeri 13 Mataram dan SMP Negeri 18 Mataram. Khusus SMP Negeri 18, menurut Yusuf, persoalan minimnya jumlah siswa merupakan kondisi yang berulang hampir setiap tahun.
"Kalau SMP 18 dari tahun ke tahun memang jumlah muridnya masih seperti itu, bahkan saat ini baru terisi sekitar setengah dari daya tampung," katanya.
Sebagai langkah mengurangi ketimpangan jumlah murid, Dinas Pendidikan sebelumnya telah melakukan penggabungan beberapa sekolah dasar, seperti SDN 19 dan SDN 15 Mataram yang kini menjadi SDN 49 Mataram. Kebijakan tersebut dinilai menjadi salah satu upaya menyesuaikan jumlah peserta didik dengan kapasitas sekolah sekaligus meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan.
Ke depan, Dinas Pendidikan akan mengevaluasi pola penerimaan agar persebaran murid lebih seimbang dan tidak terpusat di sekolah-sekolah tertentu. Orang tua juga akan diarahkan memilih sekolah yang berada di sekitar domisili anak.
"Sekolah yang padat pendaftar akan kami arahkan kembali sesuai wilayah asal agar tidak terjadi penumpukan di satu sekolah saja," kata Yusuf menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....