Wabup Lombok Tengah Minta Sekolah dan Orang Tua Cegah Siswa di Bawah Umur Bawa Motor
- 15 Jul 2026 14:44 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M. Nursiah, meminta seluruh sekolah memperketat pengawasan terhadap siswa yang masih di bawah umur agar tidak membawa sepeda motor ke sekolah. Menurutnya, larangan tersebut harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut keselamatan anak dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Nursiah mengatakan, persoalan siswa SMP yang mengendarai sepeda motor sebenarnya sudah lama menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Meski banyak orang tua beralasan jarak rumah ke sekolah cukup jauh, anak di bawah umur tetap tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor karena belum memenuhi persyaratan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
"Ini sudah lama menjadi perhatian kami. Anak-anak yang masih di bawah umur tidak boleh mengendarai sepeda motor karena ada aturan yang harus dipatuhi, termasuk kewajiban memiliki SIM," ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.
Karena itu, ia meminta kepala sekolah segera mengundang para orang tua siswa untuk memberikan pemahaman mengenai aturan dan risiko kecelakaan lalu lintas apabila anak tetap membawa sepeda motor ke sekolah.
Selain sosialisasi, sekolah juga diminta membuat kesepakatan bersama orang tua agar siswa tidak lagi menggunakan sepeda motor selama berangkat maupun pulang sekolah. Jika anak membutuhkan kendaraan, orang tua diharapkan mengantar atau menjemput langsung.
Nursiah juga mendorong sekolah memperkuat komunikasi dengan wali murid, misalnya melalui grup WhatsApp atau saluran komunikasi lain yang memudahkan koordinasi saat jam pulang sekolah.
"Harus ada komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua. Bisa melalui grup WhatsApp atau nomor telepon yang mudah dihubungi sehingga penjemputan anak dapat berjalan tertib," katanya.
Di sisi lain, Pemkab Lombok Tengah juga akan mengoptimalkan layanan mobil sekolah yang dikelola Dinas Perhubungan sebagai salah satu solusi mengurangi penggunaan sepeda motor oleh pelajar.
Menurut Nursiah, armada yang tersedia saat ini masih belum mencukupi sehingga ke depan akan dievaluasi untuk penambahan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, sistem penerimaan siswa berbasis zonasi sebenarnya bertujuan agar jarak antara rumah dan sekolah tidak terlalu jauh sehingga kebutuhan transportasi dapat diminimalkan.
"Ke depan ini menjadi bahan evaluasi kami. Kebutuhan transportasi siswa harus dipikirkan agar mereka bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman tanpa harus mengendarai sepeda motor sebelum cukup umur," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....