IPB Internasional Bedah Desa Wisata Lombok menuju Kelas Dunia
- 23 Mei 2026 06:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pulau Lombok kembali menjadi pusat perhatian dunia akademik pariwisata. Kali ini, Program Pascasarjana Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Bali turun langsung melakukan studi akademik, penelitian, sekaligus pengabdian masyarakat di dua desa wisata unggulan di Kabupaten Lombok Barat, yakni Desa Wisata Sedau dan Desa Wisata Batu Kumbung.
Kegiatan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana S2 dan S3 IPB Internasional, Made Budiarsa bersama Ketua Program Studi S2, Herny Susanti. Rombongan akademisi diperkuat empat dosen pendamping dan 26 mahasiswa gabungan dari Program Magister Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata serta Program Doktor Bisnis Terapan Pariwisata.
Kunjungan ilmiah ini bukan sekadar agenda akademik biasa. Pascasarjana IPB Internasional juga membuka langkah awal kerja sama strategis melalui penjajakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Politeknik Pariwisata Lombok. Kolaborasi tersebut turut melibatkan Mandalika International Festival serta lembaga konsultan pariwisata Kurnia Indonesia Senyum Indah.
Melalui sinergi lintas lembaga itu, seluruh pihak berupaya memperkuat mutu kurikulum, pertukaran keahlian, hingga membangun riset kolaboratif yang mampu menjawab tantangan industri pariwisata masa depan berbasis kearifan lokal.
Direktur Pascasarjana IPB Internasional, Prof. Made Budiarsa, menegaskan pengembangan destinasi wisata menuju level internasional tidak boleh menghilangkan identitas budaya masyarakat setempat.
“Tujuan kita di S3 itu mengembangkan doktor-doktor yang mempunyai karakteristik local wisdom terutama yang berkaitan dengan budaya,” ujarnya saat memantau kegiatan penelitian di Desa Sedau. Jumat 22 Mei 2026.
Ia mengatakan, tantangan pengembangan wisata di berbagai daerah memang hampir serupa. Namun, solusi yang diterapkan tetap harus menyesuaikan karakter budaya masing-masing wilayah agar potensi lokal mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru.
“Riset lapangan menjadi instrumen penting agar inovasi yang lahir benar-benar bisa diterapkan langsung oleh masyarakat,” katanya menegaskan.
Dalam implementasinya, tim Pascasarjana membagi fokus penelitian ke dua klaster keilmuan berbeda. Mahasiswa Program S2 memusatkan kajian pada pemetaan potensi dan strategi pengembangan berkelanjutan di Desa Wisata Sedau. Sementara mahasiswa Program S3 meneliti tata kelola bisnis pariwisata terapan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di Desa Wisata Batu Kumbung.
Ketua Program S2 IPB Internasional, Dr. Herny Susanti, mengungkapkan Desa Sedau memiliki potensi wisata yang sangat besar. Meski demikian, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius.
“Kami melihat aksesibilitas yang belum diperhatikan serta fasilitas penunjang seperti toilet umum yang masih sangat sedikit. Kami juga belum menemukan fasilitas homestay atau tempat istirahat di sepanjang jalur trekking wisata,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, IPB Internasional juga menyiapkan pelatihan pengolahan tanaman pegagan yang melimpah di Desa Sedau. Tanaman lokal tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi seperti minuman herbal, welcome drink hingga lulur tradisional khas desa wisata.
Sementara itu, Direktur Mandalika International Festival yang juga mahasiswa Program Doktor IPB Internasional, Sirajuddin, menilai pengembangan desa wisata harus melibatkan masyarakat secara aktif melalui strategi penta-helix.
Ia menekankan pentingnya penguatan empat unsur utama pengalaman wisatawan, yakni something to see, something to do, something to buy, dan something to eat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Menanggapi hasil temuan lapangan tersebut, Ketua Kelas Desa Wisata Sedau sekaligus mahasiswa S3, Widodo, memastikan seluruh data penelitian akan dianalisis secara kolaboratif bersama mahasiswa S2 untuk menghasilkan rekomendasi master plan pengembangan wisata yang matang.
“Kami akan menganalisis dan merekomendasi dengan baik agar Quality Tourism bisa terwujud di Desa Wisata Sedau. Dengan dukungan Master Plan dan kolaborasi multi-lembaga, ke depan perlu ada juga tukar-menukar pelajar antara Poltekpar Lombok dengan IPB Internasional,” katanya.
Selain melakukan penelitian di desa wisata, rombongan akademisi juga mengunjungi Taman Narmada untuk memperdalam wawasan pengelolaan cagar budaya. Mereka juga melakukan kunjungan khusus ke Mandalika Grand Prix Association guna mempelajari tata kelola wisata berbasis mega-event olahraga internasional.
Kegiatan akademik di Lombok ditutup dengan apresiasi tinggi dari pihak IPB Internasional atas sambutan hangat dan pelayanan yang diberikan seluruh sivitas akademika Poltekpar Lombok.
Prof. Made Budiarsa bersama Dr. Herny Susanti turut menyampaikan penghormatan kepada jajaran pimpinan Poltekpar Lombok atas dukungan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Sebagai langkah lanjutan, IPB Internasional berharap Poltekpar Lombok dapat melakukan kunjungan balasan ke Bali untuk meresmikan penandatanganan MoU sekaligus menyusun implementasi program nyata demi memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi lahirnya sumber daya manusia pariwisata yang unggul dan berdaya saing global,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....