Jelang MotoGP Mandalika 2026, Sejumlah Hotel Senggigi Full Booking
- 18 Sep 2026 05:32 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Persiapan MotoGP Mandalika 2026 mulai memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Barat dengan meningkatnya pemesanan kamar hotel.
- Kawasan Senggigi sebagai pusat akomodasi wisata utama di Pulau Lombok mengalami peningkatan permintaan kamar hotel menjelang acara balap motor internasional tersebut.
- MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit yang terletak di Lombok Tengah.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Persiapan menyambut MotoGP Mandalika 2026 mulai membawa dampak terhadap geliat pariwisata di Kabupaten Lombok Barat. Kawasan Senggigi yang selama ini menjadi salah satu pusat akomodasi wisata di Pulau Lombok mulai menerima peningkatan pemesanan kamar menjelang berlangsungnya ajang balap motor internasional tersebut.
MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah. Tingginya kebutuhan kamar di sekitar kawasan sirkuit turut mengalihkan permintaan akomodasi ke sejumlah hotel di Lombok Barat.
Kondisi itu terlihat dari tingkat pemesanan hotel di kawasan Senggigi yang mulai meningkat. Bahkan, beberapa hotel telah memastikan seluruh kamar mereka terisi selama periode penyelenggaraan MotoGP.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat, Agus Gunawan, mengatakan peningkatan tersebut menjadi salah satu sinyal positif bagi industri pariwisata daerah.
“Beberapa hotel di Senggigi sudah full booking. Hotel yang sudah konfirmasi full booking antara lain Merumatta, Holiday Inn, dan Aruna,” ungkap Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 15 September 2026.
Menurut Agus, kondisi tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan akomodasi wisatawan yang datang ke NTB untuk menyaksikan MotoGP Mandalika. Ketika ketersediaan kamar di kawasan Lombok Tengah semakin terbatas, Senggigi menjadi salah satu kawasan alternatif bagi wisatawan untuk menginap.
Posisi Lombok Barat sebagai wilayah penyangga Mandalika dinilai memberi peluang ekonomi yang cukup luas. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor perhotelan, tetapi juga restoran, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif hingga berbagai usaha yang bergerak dalam rantai pariwisata.
Namun, pemerintah daerah tidak ingin peningkatan kunjungan hanya bergantung pada momentum MotoGP. Berbagai agenda wisata dan hiburan terus digelar untuk menjaga agar wisatawan memiliki alasan lebih panjang untuk berada di Lombok Barat.
“Kita sudah mengadakan berbagai acara dari bulan Agustus sampai Desember. Sekarang ada Senggigi Sunset Show yang diadakan setiap malam Minggu dan selalu ramai dihadiri wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara dan wisatawan lokal,” jelas Agus.
Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi pelengkap pengalaman wisatawan selama berada di Senggigi. Kehadiran atraksi wisata yang berlangsung secara berkala juga diharapkan mampu mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal mereka.
“Semoga dengan hiburan ini dapat menambah lama tinggal mereka,” ucapnya.
Momentum MotoGP Mandalika 2026 dengan demikian tidak hanya dipandang sebagai perhelatan olahraga internasional, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat kembali ekosistem pariwisata Lombok Barat.
Senggigi memiliki posisi strategis karena menawarkan pilihan akomodasi sekaligus destinasi wisata yang dapat dikunjungi wisatawan sebelum maupun setelah menyaksikan balapan di Mandalika. Kondisi tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan pelaku industri untuk mengemas pengalaman wisata yang lebih beragam.
Disparekrafpora Lombok Barat pun terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan hingga penghujung 2026. Strategi tersebut diarahkan agar arus wisatawan yang datang ke NTB tidak berhenti di kawasan sirkuit, melainkan turut bergerak ke destinasi lain, termasuk Senggigi.
Bagi pelaku usaha lokal, meningkatnya kunjungan wisatawan menjadi peluang untuk menggerakkan kembali transaksi ekonomi. Mulai dari jasa penginapan, kuliner, transportasi, perdagangan hingga produk ekonomi kreatif berpotensi ikut menikmati dampak dari meningkatnya mobilitas wisatawan.
Pemerintah Lombok Barat berharap momentum tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Senggigi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok. Penguatan itu dilakukan melalui kombinasi antara promosi destinasi, agenda hiburan dan kolaborasi dengan industri pariwisata.
“Dengan berbagai agenda yang sudah disiapkan sampai Desember, kita ingin momentum kunjungan wisatawan ini bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi pariwisata dan ekonomi masyarakat Lombok Barat,” kata Agus mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....