Cuaca Dompu Terasa Gerah, Suhu Siang Hari Capai 36 Derajat Celcius

  • 21 Mei 2026 13:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengalami cuaca panas dan gerah dalam sepekan terakhir.

Kondisi tersebut dirasakan masyarakat baik pada siang maupun malam hari. Bahkan, suhu udara pada siang hari tercatat mencapai 34 hingga 36 derajat celcius.

Kondisi cuaca terik ini dipicu oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer yang saat ini terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Minimnya pertumbuhan awan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya suhu udara di wilayah Dompu dan sekitarnya.

Kepala BMKG Bima, Muhammad Syaiful Anas mengatakan, fenomena suhu panas terik belakangan ini secara umum dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang menyebabkan cuaca cerah mendominasi pada siang hari.

“Fenomena suhu panas terik belakangan ini, secara umum terjadi karena dipicu oleh beberapa kondisi dinamika atmosfer. Salah satunya, minimnya tingkat pertumbuhan awan,” katanya, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan penyinaran matahari ke permukaan bumi tidak mengalami hambatan signifikan oleh awan di atmosfer. Akibatnya, suhu udara di luar ruangan terasa sangat panas terutama pada siang hari.

“Kondisi ini tentunya menyebabkan penyinaran matahari pada siang hari ke permukaan bumi tidak mengalami hambatan signifikan oleh awan di atmosfer. Sehingga suhu di luar ruangan terasa sangat terik pada siang hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia, terutama yang berada di selatan ekuator, masih mengalami musim kemarau.

“Kondisi cuaca cerah masih cukup mendominasi pada siang hari,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Nusa Tenggara, mendapatkan paparan sinar matahari yang lebih intens dibandingkan wilayah lainnya. Pemanasan sinar matahari disebut terjadi cukup optimal mulai pagi menjelang siang hingga siang hari.

Meski demikian, fenomena astronomis tersebut bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan peningkatan suhu udara.

Faktor lain seperti kecepatan angin, tutupan awan, dan tingkat kelembapan udara yang mendukung pembentukan awan juga memberikan pengaruh besar terhadap kondisi suhu panas di NTB.

Pemanasan tinggi pada siang hari juga mendukung terbentuknya awan pada sore hari. Kondisi itu kemudian menahan suhu panas di sekitar permukaan bumi pada malam hari, sehingga udara tetap terasa hangat hingga malam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....