Bima dan Dompu Masuki Puncak Kemarau, Warga Diminta Waspada
- 19 Agt 2026 15:16 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Kabupaten Bima dan Dompu kini memasuki puncak musim kemarau. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gelombang tinggi di wilayah perairan.
Berdasarkan hasil analisis atmosfer BMKG, kondisi kemarau di wilayah Bima dan Dompu diperkirakan masih berlangsung pada 19–22 Agustus 2026. Kondisi atmosfer yang relatif kering menyebabkan sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekurangan air sekaligus peningkatan risiko kebakaran.
BMKG menyebut kondisi kemarau saat ini dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer. Salah satunya adalah fenomena El Nino yang diprediksi mencapai kategori kuat sepanjang 2026.
| Baca juga: Mengulik Kisah Heroik "Perang Manggelewa" |
Selain itu, aktifnya Monsun Australia, adanya pertemuan dan perlambatan angin di sekitar wilayah NTB, serta kelembapan udara yang cenderung rendah dari lapisan bawah hingga atas atmosfer turut memperkuat kondisi kering di wilayah tersebut.
Di Kabupaten Bima, Kecamatan Parado berada pada kategori waspada. Sementara Lambu, Madapangga, dan Wera masuk kategori siaga.Adapun Belo, Bolo, Donggo, Lambitu, Palibelo, Soromandi, dan Wawo berada pada kategori awas.
Di Kabupaten Dompu, Kecamatan Dompu masuk kategori waspada. Sedangkan Pajo dan Woja berada pada kategori siaga, sementara Manggelewa dan Kilo masuk kategori awas.Untuk Kota Bima, wilayah Rasanae Timur, Raba, dan Asakota juga berada pada kategori waspada.
| Baca juga: Tujuh Sumur Bor Dalam di Dompu Tak Berfungsi |
Selain kekeringan, potensi kebakaran hutan dan lahan berada pada kategori sangat tinggi di Kabupaten Bima dan Kota Bima, serta kategori tinggi di Kabupaten Dompu.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Moch. Syaiful Annas meminta masyarakat menggunakan pelindung kulit dan tabir surya serta menghindari paparan sinar matahari secara langsung, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
"Masyarakat juga diminta mewaspadai dampak musim kemarau, terutama kekeringan dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan," ujarnya kepada RRI Bima, Rabu 19 Agustus 2026.
Dia menambahkan, warga diimbau menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
"Dengan memasuki puncak musim kemarau, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi penting untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, terutama di wilayah yang telah masuk kategori siaga dan awas," ucapnya menegaskan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dan kondisi atmosfer terkini agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi yang ada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....