Motif Lokal Perkuat Identitas Batik Mataram

  • 19 Mei 2026 19:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram mulai mendorong pengembangan Batik Mataram sebagai identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah melalui pembentukan Kampung Batik di enam kecamatan serta perluasan pasar hingga tingkat internasional.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perinkop UKM) Kota Mataram, Jemmy Nelwan mengatakan ciri khas utama Batik Mataram saat ini terletak pada motif Sangkareang yang terinspirasi dari ikon Gapura Taman Sangkareang di samping Kantor Wali Kota Mataram.

'Motif tersebut dinilai fleksibel untuk dikembangkan dengan berbagai unsur khas daerah seperti flora, fauna, hingga ikon budaya Kota Mataram dan Nusa Tenggara Barat," katanya, Selasa 19 Mei 2026.

Pengembangan motif dilakukan agar Batik Mataram memiliki identitas yang kuat sekaligus mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Motif Sangkareang ini bisa dipadukan dengan berbagai unsur lokal seperti daun kangkung, cabai, rusa, hingga burung koak kaok yang menjadi ciri khas daerah kita,” ujarnya.

Selain itu, kata Jemmy, pengembangan motif juga dipadukan dengan elemen khas Kota Mataram lainnya seperti Tugu Mutiara dan Gapura Tembolak sebagai simbol identitas kota.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki visi besar menjadikan Batik Mataram sebagai seragam resmi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mataram, termasuk mendorong penggunaannya di instansi vertikal dan BUMN.

“Rencananya batik ini akan digunakan pada hari tertentu seperti Kamis atau Jumat sebagai bentuk penguatan kearifan lokal,” katanya.

Tidak hanya fokus pada kebutuhan lokal, Batik Mataram juga mulai diperkenalkan ke pasar internasional melalui kolaborasi dengan sejumlah perancang busana nasional dalam berbagai ajang peragaan busana di luar negeri.

Jemmy menilai langkah tersebut menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi Batik Mataram sebagai produk budaya unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Untuk mendukung pengembangan produksi, Pemkot Mataram telah mengonsep pembentukan Kampung Batik di enam kecamatan se-Kota Mataram. Setiap kecamatan nantinya diharapkan memiliki pembatik dengan karakteristik motif yang berbeda sesuai potensi wilayah masing-masing.

“Batik Mataram sedang kami siapkan untuk diproduksi lebih masif agar mampu memenuhi kebutuhan lokal hingga pasar internasional,” jelasnya.

Saat ini, Batik Mataram masih diproduksi dalam bentuk batik tulis handmade yang dikerjakan secara manual oleh pengrajin lokal. Proses produksi dimulai dari tahap desain digital sebelum dituangkan ke atas kain batik secara tradisional.Karena masih terbatasnya jumlah pengrajin, kapasitas produksi Batik Mataram juga belum besar.

"Dengan dukungan empat orang pengrajin yang ada saat ini, produksi baru mampu menghasilkan sekitar 10 lembar kain batik per bulan," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....