Harga Cabai di NTB Meroket jelang Idul Adha
- 18 Mei 2026 13:40 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai bergerak naik.
- Komoditas cabai menjadi penyumbang utama lonjakan harga, dipicu menurunnya pasokan di pasar di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
- Cabai rawit hijau mengalami kenaikan Rp2.667 menjadi Rp46.617 per kilogram atau naik sekitar 6 persen hanya dalam sehari.
RRI.CO.ID, Mataram - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai bergerak naik. Komoditas cabai menjadi penyumbang utama lonjakan harga, dipicu menurunnya pasokan di pasar di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Data perkembangan harga rata-rata kebutuhan pokok NTB per 18 Mei 2026 menunjukkan cabai rawit hijau mengalami kenaikan tertinggi. Harganya melonjak Rp2.667 menjadi Rp46.617 per kilogram atau naik sekitar 6 persen hanya dalam sehari.
Kenaikan serupa terjadi pada cabai rawit merah yang naik Rp2.250 menjadi Rp44.650 per kilogram. Sementara cabai merah besar menembus Rp53.233 per kilogram setelah melonjak Rp1.967. Adapun cabai merah keriting naik menjadi Rp52.517 per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Lalu Wiranata, mengatakan tren kenaikan harga mulai terlihat seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menjelang hari besar keagamaan. “Permintaan masyarakat mulai naik, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner,” kata Wiranata, Senin, 18 Mei 2026.
Sekain cabai, kelompok bawang juga mengalami kenaikan harga. Bawang merah naik Rp700 menjadi Rp35.583 per kilogram akibat stok pasar yang menipis. Bawang putih honan naik menjadi Rp34.217 per kilogram, sedangkan bawang bombai ikut terkerek karena meningkatnya permintaan.
Kenaikan juga mulai merambah komoditas pangan lain. Beras premium merek Setra Ramos naik tipis menjadi Rp14.625 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium dan minyak goreng curah turut mengalami kenaikan meski masih dalam rentang terbatas.
Di tengah kenaikan sejumlah bahan pokok, beberapa komoditas justru mengalami koreksi harga. Kelompok perikanan mencatat penurunan cukup tajam setelah pasokan mulai melimpah di pasar.
Harga ikan teri turun paling dalam, yakni Rp5 ribu menjadi Rp130.100 per kilogram. Ikan bandeng turun menjadi Rp38.929 per kilogram, sedangkan ikan tongkol berada di level Rp32.833 per kilogram.
Produk peternakan juga mulai melemah. Harga daging ayam ras turun menjadi Rp41.167 per kilogram karena permintaan masyarakat menurun. Telur ayam kampung ikut terkoreksi Rp2 ribu menjadi Rp63.283 per kilogram.
Penurunan harga turut terjadi pada komoditas hortikultura seperti tomat, kentang, dan jeruk lokal. Tomat turun menjadi Rp13.200 per kilogram akibat pasokan pascapanen yang melimpah, sedangkan kentang turun menjadi Rp21.900 per kilogram.
Menurut Wiranata, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga untuk mengantisipasi lonjakan menjelang Idul Adha. Disperindag NTB juga menyiapkan langkah intervensi melalui pasar murah dan operasi pasar apabila gejolak harga semakin meluas.
“Kami berupaya menjaga distribusi tetap lancar dan memastikan stok aman. Pemerintah ingin harga tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah kebutuhan pokok utama seperti beras medium, gula pasir, tepung terigu, kedelai, serta beberapa jenis sayuran hijau masih terpantau stabil tanpa perubahan harga berarti pada pekan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....