Permintaan Hewan Kurban Asal Dompu Melonjak, Pengiriman Tembus 7.250 Ekor ke Jabode

  • 11 Mei 2026 13:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Tingginya permintaan hewan kurban asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, untuk kebutuhan Iduladha di wilayah Jabodetabek membuat jumlah pengiriman ternak terus meningkat.

Pemerintah Kabupaten Dompu sebelumnya hanya menargetkan pengiriman sekitar 2.000 ekor ternak untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di Jakarta dan Jawa Barat. Namun, tingginya minat pasar membuat jumlah pengiriman melonjak hingga mencapai 7.250 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham mengatakan, meningkatnya permintaan tersebut dipicu karena ternak asal Dompu terbukti bebas zoonosis dan zero Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Jumlah ternak yang dikeluarkan dari Kabupaten Dompu untuk kebutuhan hewan kurban mencapai 7.250 ekor. Jumlah ini khusus untuk memenuhi kebutuhan wilayah Jakarta dan Jawa Barat,” ujarnya, Senin, 11 April 2026.

Ia menjelaskan, ternak potong asal Kabupaten Dompu saat ini menjadi buruan pembeli di Jakarta dan Jawa Barat. Selain dinyatakan sehat, sapi asal Dompu yang didominasi jenis sapi Bali memiliki kualitas daging yang padat dan lembut sehingga sangat diminati konsumen.

“Pembeli sangat menyukai sapi asal Dompu karena kualitas dagingnya bagus, padat dan lembut,” katanya.

Selain untuk kebutuhan Idul Adha, pengiriman ternak keluar daerah juga terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini, jumlah ternak yang dikirim ke luar pulau tercatat telah mencapai sekitar 11 ribu ekor, dari alokasi sebanya 13.500 ekor untuk tahun 2026.

“Pengiriman terbanyak dilakukan ke wilayah Jabodetabek dan Kalimantan,” katanya.

Meski demikian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu berencana melakukan evaluasi terhadap pengiriman ternak keluar daerah pasca Lebaran Idul Adha.

Ilham menegaskan, setiap ternak yang dikirim keluar daerah dipastikan telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan bebas dari penyakit hewan menular.

“Setiap ternak yang dikirim keluar adalah hewan yang dinyatakan sehat dan bebas penyakit,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menjaga kualitas kesehatan ternak di dalam daerah, pihaknya terus melakukan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan rutin dengan melibatkan para peternak di masing-masing wilayah.

Menurutnya, pemberdayaan peternak penting dilakukan agar pengawasan kesehatan hewan dapat berjalan maksimal bersama petugas di tingkat kecamatan maupun UPTD.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....