Banggar DPRD Dompu Desak Pemkab Optimalkan PAD Tutup Defisit APBD

  • 21 Sep 2026 08:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, meminta pemerintah daerah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menutup defisit anggaran dalam Rancangan APBD Perubahan 2026.

Permintaan tersebut disampaikan setelah defisit anggaran dalam rancangan perubahan APBD Dompu mencapai Rp72,038 miliar.

Juru Bicara Banggar DPRD Dompu, Muhammad Yamin, mengatakan kondisi fiskal daerah yang terbatas akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat menuntut daerah menggali potensi pendapatan secara mandiri.

“Di tengah kondisi fiskal daerah yang sangat rendah akibat efisiensi untuk membiayai program prioritas pemerintah pusat, dibutuhkan daerah yang mampu bertahan dengan potensi daerah yang dimiliki,” katanya, Senin, 21 September 2026.

Yamin menegaskan, peningkatan kualitas APBD harus dilakukan melalui optimalisasi berbagai potensi daerah yang dapat memperkuat kapasitas fiskal.

Menurutnya, ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat berisiko menghambat realisasi program prioritas daerah yang telah dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Dompu.

"Jika hanya menunggu belas kasihan pemerintah pusat, dipastikan program prioritas daerah yang menjadi program dalam RPJMD Kabupaten Dompu tidak akan terwujud," tegasnya.

Yamin menjelaskan, struktur pendapatan Dompu masih sangat bergantung pada dana transfer pemerintah pusat dan bagi hasil pajak dari Pemerintah Provinsi NTB.

Sementara itu, kontribusi bagi hasil pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor, dinilai masih rendah. Selain potensi pajak kendaraan yang belum digarap secara maksimal, Banggar juga menyoroti tunggakan pajak kendaraan bermotor milik Pemerintah Kabupaten Dompu.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani agar potensi pendapatan daerah dapat dioptimalkan dan membantu memperkuat kemampuan fiskal dalam membiayai pembangunan.

Banggar DPRD Dompu mendorong pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada transfer pusat, tetapi juga memperkuat penggalian potensi PAD secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....