Damkar Kabupaten Bima Perkuat SDM dan Layanan 24 Jam

  • 07 Mei 2026 13:58 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Di tengah persiapan peringatan HUT ke-107 Pemadam Kebakaran tahun 2026 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), jajaran Damkar Kabupaten Bima terus berbenah, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan yang dihadapi di lapangan.

Kasi Damtan dan Penyelamatan, Muhaimin, mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas pendukung teknis belum sepenuhnya tersedia, salah satunya sarana simulasi seperti lorong drum yang dibutuhkan dalam latihan taktis pemadaman.

"Memang masih ada keterbatasan sarana prasarana, seperti lorong drum untuk latihan. Namun sebagian sudah kami upayakan, dan ke depan akan terus kami lengkapi agar kemampuan personel semakin maksimal," ujarnya, Kamis 7 Mei 2026.

Secara keseluruhan, kekuatan personel Damkar juga dinilai cukup memadai. Untuk di Markas Komando (Mako), terdapat sekitar 45 personel yang terbagi dalam tiga regu utama. Sementara di luar Mako, terdapat 11 pos unit pelaksana teknis (UPT) yang tersebar di sejumlah wilayah, dengan jumlah personel yang bervariasi di setiap pos, bahkan ada yang mencapai lebih dari 20 orang.

"Kalau dilihat dari kesiapan SDM, kami cukup optimis. Personel kami sudah lumayan baik dari segi kemampuan dan kesiapan bertugas," kata Muhaimin.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan tugas Damkar, tidak hanya sebagai pemadam kebakaran, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan.

"Kedepannya, kami ingin publik lebih memahami apa tugas dan fungsi Damkar, termasuk bagaimana cara melakukan pencegahan kebakaran sejak dini. Ini penting agar kejadian kebakaran bisa diminimalisir dan tidak meluas," ucapnya.

Dalam hal pelayanan, Damkar juga memastikan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan melalui pusat panggilan (call center) yang terhubung baik di tingkat kecamatan maupun di Mako.

'Kami standby 24 jam. Jadi kapan pun terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya, masyarakat bisa langsung menghubungi kami. Respon cepat menjadi prioritas kami," kata dia.

Selain itu, Damkar juga terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk ke masjid, pemerintah desa, serta komunitas warga lainnya, guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran.

Dengan berbagai upaya tersebut, Damkar NTB berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran.

"Ini adalah tanggung jawab bersama. Kami siap di lapangan, dan masyarakat juga perlu berperan aktif dalam upaya pencegahan," ucap dia dalam momentum tersebut

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....