Pohon Jati Warga Diduga Ditebang tanpa Izin, PLN di Bima Disorot
- 02 Mei 2026 17:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima- Warga di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, menyoroti tindakan petugas PLN yang diduga menebang sejumlah pohon jati milik warga tanpa izin. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Oi Tui, tepatnya di jalur menuju tambang undang.
Pemilik kebun, Erwin, mengaku geram setelah mengetahui pohon jati yang selama ini dirawatnya ditebang tanpa pemberitahuan. Ia menyebut, tindakan tersebut dilakukan oleh oknum petugas PLN Cabang Sape.
"Lokasinya di jalan menuju tambang udang di Oi Tui, Kecamatan Wera. Tidak ada pemberitahuan sama sekali, ini kan semena-mena,” ujar Erwin saat dikonfirmasi, Sabtu 2 Mei 2026.
Menurutnya, keberadaan tiang listrik PLN memang berada di dalam lahannya. Namun, hal itu tidak serta-merta memberikan kewenangan bagi pihak PLN untuk menebang pohon tanpa koordinasi dengan pemilik lahan.
"Tiang listrik masuk di lahan kami. Tapi tanpa permisi, apa yang kami punya di dalam lahan justru dibabat habis. Itu tidak benar," tegasnya.
Erwin menjelaskan, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut setelah kembali ke kebun usai panen beberapa hari lalu. Ia mendapati kondisi pohon jati miliknya sudah rusak dengan daun yang layu.
Awalnya, ia mengira kerusakan tersebut akibat faktor alam seperti angin. Namun setelah melakukan pengecekan dan bertanya kepada warga sekitar, diketahui bahwa pohon tersebut ditebang oleh petugas PLN.
"Saya kroscek ke tetangga kebun, ternyata dipotong oleh petugas PLN. Kejadiannya mungkin sudah tiga atau empat hari lalu," jelasnya.
Ia juga menyayangkan tidak adanya konfirmasi maupun pemberitahuan dari pihak terkait, termasuk instansi pertanahan. Hingga saat ini, Erwin mengaku belum pernah menerima penjelasan resmi terkait penebangan tersebut.
"Tidak ada konfirmasi sama sekali. Kalau misalnya pohon lain yang tidak produktif mungkin saya tidak keberatan. Tapi ini pohon jati, pohon produktif yang kami rawat dan jaga," ungkapnya.
Lebih lanjut, Erwin mengaku telah berupaya menghubungi pihak PLN Cabang Sape untuk meminta klarifikasi. Namun, hingga kini upayanya tersebut belum mendapatkan respons.
"Sudah saya telepon beberapa kali, tapi tidak diangkat. Saya juga coba hubungi pihak terkait lainnya, tetap tidak ada jawaban," katanya.
Sementara itu, Manager PLN ULP Sape, Mei Priyanto yang dikonfirmasi baru mengetahui informasi tersebut. Dalam momentum itu, ia terlebih dahulu menayangkan kejadian itu kepada para petugas.
"Saya tanya teman teman dulu yah, biar pasti, dan saya akan hubungi pak Erwin langsung, saya memang gak tau, kalau saya pasti saya hubungi langsung beliau," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....