Pelatihan Pemuda Bima Cetak Wirausaha Kuliner Desa Tangguh

  • 30 Apr 2026 17:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Kab. Bima — Langkah konkret untuk mencetak generasi muda yang mandiri, kreatif, dan inovatif terus diperkuat di Nusa Tenggara Barat. Melalui sinergi antara Dinas Pemuda dan Olahraga NTB bersama Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima, Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Tingkat Provinsi 2026 resmi digelar di Hotel Parewa, Rabu 29 April 2026.

Program ini hadir bukan sekadar pelatihan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai strategi menekan angka kemiskinan, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi salah satu upaya preventif terhadap maraknya peredaran narkoba di kalangan generasi muda.

Pelatihan tersebut difokuskan pada penguatan sektor kuliner sebagai salah satu bidang usaha yang dinilai memiliki peluang besar dalam menggerakkan ekonomi lokal. Selama tiga hari, mulai 29 April hingga 1 Mei, sebanyak 40 peserta berusia 16 hingga 30 tahun dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bima mengikuti kegiatan intensif yang memadukan teori dan praktik langsung.

Peserta berasal dari Woha, Soromandi, Donggo, Wera, Sape, Monta, Bolo, Rasanae, hingga Tambora. Mereka merupakan pelaku usaha kuliner muda yang dipilih sebagai potensi unggulan untuk mendorong lahirnya usaha baru berbasis desa.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., menegaskan pelatihan ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin para peserta tumbuh menjadi wirausaha mandiri, kreatif, dan inovatif. Pemuda-pemuda ini dipersiapkan untuk menjadi penggerak ekonomi desa dengan menumbuhkan UMKM yang maju dan tangguh,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan peserta dari seluruh wilayah Kabupaten Bima menunjukkan pemerataan akses pembinaan bagi pemuda desa.

“Ini menjadi modal besar untuk melahirkan Desa Berdaya di Kabupaten Bima, di mana pemudanya tampil sebagai aktor utama dalam memutar roda ekonomi lokal melalui sektor tata boga yang kompetitif di pasar nasional,” katanya menegaskan.

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali berbagai kompetensi penting, mulai dari keterampilan memasak profesional, pengetahuan gizi, standar higiene dan keamanan pangan, hingga inovasi menu kekinian yang memiliki nilai jual tinggi.

Selain itu, mereka juga mendapatkan pembelajaran tentang teknik pengemasan produk, strategi pemasaran digital, personal branding, serta wawasan kebangsaan. Materi sosialisasi bahaya narkoba turut diberikan langsung oleh perwakilan BNN sebagai penguatan karakter dan kesadaran sosial.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima, Drs. Syahrul, menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah.

“Pemuda adalah tulang punggung bangsa. Jangan menyia-nyiakan kesempatan ini. Anda semua adalah motor penggerak yang diharapkan mampu berbuat lebih bagi bangsa, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru,” ucapnya.

Ia berharap setelah pelatihan berakhir, lahir wirausaha-wirausaha muda baru yang mampu bersaing di industri kuliner dan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga maupun pembangunan daerah.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya pelaku usaha kuliner muda yang berani berinovasi, berdaya saing, dan mampu membawa perubahan nyata bagi daerah kita tercinta,” katanya mengakhiri.

Praktik pembuatan kue yang telah berlangsung selama dua hari berturut-turut menjadi salah satu sesi yang paling menarik. Hasil karya peserta bahkan langsung dapat dinikmati, dengan kualitas rasa yang mendapat apresiasi positif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....