Cetak SDM Siap Kerja, Pemerintah KLU Buka Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri

  • 31 Jul 2026 18:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara– Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui program pelatihan kerja berbasis kompetensi. Tahun 2026, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Naker-PMPTSP) KLU kembali menjalankan delapan paket pelatihan kerja yang diarahkan untuk menciptakan tenaga kerja terampil sekaligus memenuhi kebutuhan dunia usaha.

Program yang dilaksanakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) KLU tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mengurangi kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan industri. Selain membekali peserta dengan keterampilan teknis, pelatihan juga diarahkan agar masyarakat mampu memiliki peluang usaha secara mandiri.

Kepala Dinas Naker-PMPTSP KLU, Evi Winarni, menjelaskan delapan paket pelatihan tersebut dibiayai melalui dua sumber anggaran, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Masing-masing sumber anggaran mendukung empat paket pelatihan dengan sasaran dan fokus yang berbeda.

“Program dari APBN lebih diarahkan untuk mencetak Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Sedangkan program melalui APBD selain mendukung TKM juga menyesuaikan dengan kebutuhan industri, terutama sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi KLU,” ujar Evi, Kamis 30 Juli 2026.

Ia menyebutkan, penyusunan materi pelatihan yang bersumber dari APBD tidak dilakukan secara umum, melainkan berdasarkan masukan dan kebutuhan pelaku usaha. Pemerintah daerah melibatkan sektor perhotelan dan pariwisata untuk memastikan lulusan pelatihan memiliki kompetensi yang sesuai dengan lapangan kerja.

Beberapa jenis pelatihan yang menjadi prioritas di antaranya waiter dan spa therapist yang menyasar kebutuhan tenaga kerja di sektor hospitality. Sementara pelatihan tata rias dan menjahit lebih diarahkan untuk mendukung masyarakat yang ingin membangun usaha secara mandiri.

Menurut Evi, pendekatan berbasis kebutuhan industri menjadi penting mengingat KLU memiliki sektor pariwisata yang terus berkembang, khususnya kawasan destinasi unggulan seperti kawasan tiga gili. Dengan demikian, tenaga kerja lokal diharapkan mampu mengambil peluang dari pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain pelatihan yang berlangsung di BLK, pemerintah daerah juga mengembangkan pelatihan produktivitas di luar balai. Salah satunya melalui pelatihan pertukangan kayu yang telah diberikan kepada tiga kelompok masyarakat.

Ke depan, pelatihan tersebut tidak hanya berhenti pada kemampuan dasar produksi, tetapi akan ditingkatkan agar peserta mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi, mulai dari desain hingga pemasaran melalui platform digital.

“Kami ingin peserta tidak hanya memiliki keterampilan membuat produk, tetapi juga memahami bagaimana mengembangkan dan memasarkannya,” jelasnya.

Evi menambahkan, seluruh kegiatan pelatihan masih berjalan dengan jumlah peserta yang dibatasi maksimal 16 orang dalam setiap kelas. Pembatasan tersebut dilakukan agar proses pembelajaran lebih efektif dan peserta mendapatkan pendampingan secara maksimal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....