ITDC Perkuat Green Mandalika, 15 Ribu Mangrove Ditanam di KEK Mandalika

  • 25 Apr 2026 11:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Upaya memperkuat konsep pariwisata berkelanjutan di kawasan Mandalika terus digencarkan. Holding BUMN pariwisata InJourney bersama ITDC menanam 15.000 bibit mangrove di kawasan KEK Mandalika dalam rangka memperingati Hari Bumi.

Program bertajuk InJourney Green ini menjadi bagian dari strategi besar menjadikan Mandalika sebagai destinasi pariwisata ramah lingkungan atau green tourism. Penanaman mangrove dilakukan sebagai langkah konkret menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat daya tarik kawasan wisata berbasis keberlanjutan.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

“InJourney Green menjadi wadah kolaboratif untuk memastikan setiap program memberikan kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem,” ujarnya Sabtu 25 April 2026.

Senada, Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menyebut rehabilitasi mangrove ini sebagai bagian penting dalam mengarahkan pengembangan Mandalika agar tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Menurutnya, pembangunan kawasan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberi nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Ini bagian dari komitmen kami mendukung target pembangunan berkelanjutan atau SDGs serta kontribusi Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim,” ujarnya.

Secara teknis, program rehabilitasi mangrove dilakukan berdasarkan kajian Institut Pertanian Bogor melalui Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL). Penanaman dilakukan di Area 22 dan 23 dengan total cakupan sekitar 5,2 hektare.

Adapun jenis mangrove yang ditanam meliputi Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa yang dinilai sesuai dengan karakteristik pesisir Mandalika.

Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, akademisi, komunitas lingkungan, hingga masyarakat lokal. Keterlibatan lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan kawasan.

Melalui langkah ini, Mandalika tidak hanya diposisikan sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, tetapi juga sebagai kawasan wisata yang mengedepankan keseimbangan antara ekonomi dan kelestarian lingkungan.

"Jadi penguatan konsep green Mandalika akan semakin meningkatkan daya saing kawasan di tingkat global sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir untuk generasi mendatang," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....