ITDC Dorong Tata Kelola Jadi Bagian dari Strategi Bisnis
- 13 Sep 2026 15:12 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mendorong penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan tidak hanya menjadi bagian dari pengawasan perusahaan, tetapi juga menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis.
Langkah tersebut dinilai penting seiring semakin luasnya bisnis ITDC yang saat ini mengembangkan dan mengelola tiga kawasan pariwisata, yakni The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat, serta The Golo Mori di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan meningkatnya skala dan kompleksitas bisnis membuat penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) harus terintegrasi sejak penyusunan strategi hingga evaluasi kinerja.
| Baca juga: Pemkab Bima Perkuat Tata Kelola Pemerintahan |
“Bagi ITDC, GRC bukan sekadar compliance. GRC adalah fondasi dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat, melindungi perusahaan dari risiko, sekaligus membantu kita melihat peluang dan menciptakan nilai,” ujar Ahmad Fajar.
Menurutnya, penerapan GRC harus mampu memberikan gambaran menyeluruh kepada manajemen mengenai hubungan antara strategi, risiko, kepatuhan, pengendalian internal, audit, ESG, hingga kinerja perusahaan.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui sejumlah instrumen, antara lain penyusunan RKAP berbasis risiko, Risk Appetite Statement, forum manajemen risiko, serta penguatan fungsi komite dalam pengawasan dan pengendalian perusahaan.
Ahmad mengatakan keberhasilan penerapan GRC juga sangat bergantung pada komitmen pimpinan dan seluruh jajaran perusahaan. Karena itu, prinsip tata kelola dan manajemen risiko perlu menjadi bagian dari budaya kerja, bukan hanya tertuang dalam kebijakan dan prosedur.
“Penghargaan bukan tujuan akhirnya. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun sistem GRC yang kuat dan berkelanjutan, sehingga GRC menjadi budaya dan tetap bekerja dalam setiap proses pengambilan keputusan perusahaan,” katanya.
Komitmen tersebut turut mendapat apresiasi dalam ajang TOP GRC Awards 2026 di Jakarta, Rabu (9/9) lalu. . ITDC meraih tiga penghargaan, yakni TOP GRC Awards 2026–#4 Star, The High Performing Board of Commissioners on GRC 2026, serta The Most Committed GRC Leader 2026 yang diberikan kepada Ahmad Fajar.
Komisaris Independen ITDC, Ekos Albar, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko.
Menurutnya, GRC harus menjadi budaya yang melekat dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan, sehingga ITDC dapat menjalankan perannya sebagai master developer dan asset manager secara prudent, adaptif, dan berkelanjutan.
Bagi ITDC, penguatan GRC diarahkan tidak hanya untuk memastikan kepatuhan, tetapi juga melindungi aset, meningkatkan efisiensi, mendukung kinerja, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....