Transformasi Perpustakaan Lombok Barat Jadi Pusat Intelektual Modern

  • 22 Apr 2026 20:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Lombok Barat kembali membuat terobosan strategis dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan budaya literasi sejak usia dini. Upaya konkret itu diwujudkan lewat penyelenggaraan Lomba Bertutur tingkat SD/MI serta Lomba Resensi Buku untuk jenjang SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan ruang pembentukan karakter, keberanian, serta kemampuan bernarasi generasi muda di Bumi Patut Patuh Patju. Anak-anak didorong tampil percaya diri, mengasah daya pikir, sekaligus membangun tradisi literasi yang kuat di tengah gempuran era digital.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif tersebut. Ia menyoroti perubahan besar dalam pola akses informasi masyarakat yang kini serba instan melalui teknologi digital.

“Kondisi sekarang berbeda dengan 15 tahun lalu. Sekarang orang cari apa pun bisa sambil tidur lewat Google atau e-book. Itulah sebabnya, perpustakaan tidak boleh hanya jadi tempat orang datang membaca buku fisik, tapi harus ada inovasi seperti lomba bertutur dan resensi ini,” ujarnya. Rabu 22 April 2026.

Menurutnya, perpustakaan harus bertransformasi mengikuti gaya hidup modern agar tetap relevan dan diminati generasi masa kini. Ia bahkan mendorong konsep perpustakaan masa depan yang lebih adaptif dan nyaman.

“Perpustakaan masa depan harus dilengkapi dengan koneksi internet yang kencang dan fasilitas seperti coffee shop yang nyaman. Orang sekarang bekerja dan belajar ingin suasana yang rileks namun produktif,” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, ia menilai lomba resensi buku menjadi sarana penting dalam membentuk pola pikir kritis pelajar. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami dan menyimpulkan isi sebuah karya secara mendalam.

“Resensi buku melatih siswa mencari inti sari dari sebuah karya, bukan sekadar membaca. Mari jadikan ruang ini untuk mengasah keterampilan. Jangan takut gagal. Kompetisi yang banyak akan membuat mental kita matang. Keterampilan diri adalah investasi terbaik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat, Lalu Winengan, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan dalam membangun ekosistem literasi yang hidup dan dinamis.

“Sebagai bentuk apresiasi dan pemacu semangat, kami menyiapkan total hadiah yang cukup menggiurkan. Untuk Lomba Bertutur tingkat SD, juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta. Kami ingin anak-anak kelas 1 sudah mulai berani tampil, karena di tingkat provinsi pun kategorinya dimulai dari sana,” ujarnya.

Ia juga menambahkan pihaknya akan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memperluas partisipasi sekolah dalam kegiatan literasi ini.

“Ke depan, kami akan memperkuat kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kemenag agar seluruh sekolah, termasuk madrasah seperti MTs dan MA, aktif mengirimkan perwakilan terbaiknya,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....