Jaga Laut dari Pesisir, Bhayangkari NTB Perluas Gerakan Penanaman Terumbu Karang

  • 21 Apr 2026 09:38 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara – Upaya menjaga kelestarian laut sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir terus digencarkan di Nusa Tenggara Barat. Kali ini, Bhayangkari Daerah NTB turun langsung melakukan penanaman terumbu karang di perairan Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Rabu 15 April 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Anema Villa & Resort Lombok tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026, sekaligus HUT Yayasan Kemala Bhayangkari ke-46. Mengusung tema “Untuk Ekosistem Terjaga, Ikan Melimpah, Rakyat Sejahtera”, aksi ini menegaskan peran strategis perempuan dalam isu lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Ny. Uty Edy Murbowo, mengatakan bahwa pelestarian terumbu karang merupakan langkah konkret yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Terumbu karang adalah fondasi utama kehidupan laut. Jika ekosistem ini terjaga, maka rantai kehidupan laut akan tetap seimbang, ikan melimpah, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

“Perempuan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Ini yang menjadi kekuatan dalam mendorong gerakan kolektif menjaga laut,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari gerakan jangka panjang yang akan diperluas ke berbagai wilayah pesisir di NTB.

“Ini baru awal. Ke depan, gerakan serupa akan terus kami lakukan di titik-titik lain. Kami ingin ini menjadi gerakan bersama lintas daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, Perkebunan, dan Kelautan Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, menilai langkah tersebut sangat strategis dalam menjaga produktivitas sektor perikanan.

“Terumbu karang memiliki peran vital sebagai habitat ikan. Ketika karang sehat, populasi ikan meningkat. Ini berdampak langsung terhadap hasil tangkapan nelayan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian sumber daya laut,” katanya.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menekankan pentingnya keberlanjutan program serta keterlibatan masyarakat secara luas.

“Gerakan ini harus terus hidup dan berkembang. Kami ingin lebih banyak pihak terlibat, sehingga dampaknya semakin besar bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya melakukan penanaman terumbu karang dengan metode transplantasi, tetapi juga terlibat langsung dalam penyelaman yang didampingi instruktur profesional. Hal ini bertujuan memberikan pemahaman langsung tentang pentingnya ekosistem laut.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perempuan, hingga komunitas lingkungan. Di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Kelautan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta PKK bersama komunitas binaannya PERI IMUT (Perempuan Pemerhati Konservasi Ekosistem Laut).

Aksi ini menjadi penegasan bahwa pelestarian laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Lebih dari itu, menjaga laut juga merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan, ekonomi masyarakat pesisir, serta masa depan generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....