Big Bike Lombok Rayakan Dua Tahun dengan Touring dan Santunan Anak Yatim

  • 19 Sep 2026 15:14 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Big Bike Lombok, komunitas pengendara motor 500 cc ke atas, merayakan ulang tahun kedua dengan serangkaian kegiatan spesial.
  • Perayaan anniversary berlangsung selama dua hari pada 18-19 September 2026 dengan tema 'We Set The Vibes' yang menggabungkan touring, silaturahmi lintas merek, dan kegiatan sosial.
  • Komunitas memilih merayakan anniversary tidak hanya dengan aktivitas berkendara, tetapi juga dengan berbagi kepada anak yatim sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

RRI.CO.ID, Mataram — Memasuki tahun kedua perjalanan komunitasnya, Big Bike Lombok (BBL) memilih merayakan anniversary bukan sekadar dengan deru mesin dan perjalanan panjang. Komunitas pengendara sepeda motor berkapasitas 500 cc ke atas itu mengemas BBL 2nd Anniversary dengan touring, silaturahmi lintas merek, hingga berbagi bersama anak yatim.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, 18-19 September 2026, dengan mengusung tema “We Set The Vibes”.

Ketua Big Bike Lombok, Henrikky Manulang, mengatakan perayaan tahun kedua tersebut menjadi ruang bagi anggota untuk menikmati perjalanan sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan.

“Anniversary ini bukan hanya tentang motor dan perjalanan, tetapi bagaimana kami menjaga persaudaraan serta bisa berbagi dengan sesama,” ujarnya, Sabtu 19 September 2026.

Big Bike Lombok saat ini beranggotakan sekitar 60 orang yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat, baik Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Anggotanya berasal dari berbagai merek sepeda motor dan latar belakang komunitas.

Meski membawa identitas sebagai komunitas big bike, BBL tidak membatasi persaudaraan berdasarkan merek maupun bendera komunitas.

Rangkaian anniversary dimulai Jumat, 18 September 2026. Para peserta berkumpul di Grand Natura, Mataram, sejak pukul 14.00 WITA untuk melakukan persiapan sebelum bertolak menuju Sembalun sekitar pukul 14.30 WITA.

Rombongan mengendarai berbagai jenis sepeda motor berkapasitas besar, termasuk Harley-Davidson dan sejumlah big bike lainnya.

Perjalanan menuju kawasan Sembalun berlangsung dengan suasana santai. Rombongan sempat berhenti untuk smoke break di wilayah Tanjung sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 16.30 WITA, peserta tiba di Sembalun dan melakukan check-in. Sebanyak 19 peserta tercatat mengikuti agenda menginap pada rangkaian touring tersebut.

Peserta menempati sejumlah pilihan akomodasi, mulai dari Family Room, Glamping View Rinjani, Glamping View Pergasingan hingga Superior Room.

Malam harinya, sekitar pukul 19.00 WITA, seluruh peserta berkumpul dalam agenda makan malam dengan menu kambing guling.

Tidak ada acara seremonial khusus pada malam pertama. Waktu tersebut sengaja dimanfaatkan untuk bersantai dan berbincang setelah menempuh perjalanan dari Mataram menuju Sembalun.

Perjalanan berlanjut pada Sabtu, 19 September 2026. Rombongan mulai menyalakan mesin atau engine on sekitar pukul 09.30 WITA untuk meninggalkan Sembalun menuju Mataram.

Sekitar pukul 10.30 WITA, rombongan dijadwalkan berhenti di kawasan Bundaran Kayangan untuk smoke break.

Dari Kayangan, perjalanan diteruskan melewati jalur Lombok Utara menuju kawasan Malimbu.

Sekitar pukul 12.00-12.30 WITA, rombongan berhenti di Malaka Hill, Malimbu 2. Di lokasi tersebut, peserta melakukan foto bersama sekaligus pengambilan video menggunakan drone.

Bentang pesisir Lombok menjadi latar dokumentasi perjalanan dalam rangkaian anniversary tersebut.

Henrikky menegaskan, perjalanan tersebut bukan sekadar agenda berkendara bersama, melainkan kesempatan untuk memperkuat hubungan antaranggota yang selama ini dibangun tanpa membedakan merek sepeda motor.

“Yang kami jaga adalah persaudaraan. Merek motor boleh berbeda, tetapi ketika riding bersama, kami tetap satu keluarga,” katanya.

Usai dari Malimbu, rombongan bergerak menuju Roemah Langko, Mataram, untuk makan siang bersama.

Namun, agenda tersebut tidak berhenti pada kegiatan kuliner. BBL turut mengundang 10 anak yatim bersama perwakilannya untuk makan siang sekaligus menerima santunan.

Kegiatan sosial itu menjadi salah satu bagian utama perayaan ulang tahun kedua BBL.

Agenda tersebut juga dihadiri unsur Ditlantas Polda NTB, dengan Kasat PJR Polda NTB mewakili Dirlantas NTB.

Suasana dibuat sederhana dan kekeluargaan. Tidak ada sambutan formal dari Ketua BBL sehingga interaksi antara anggota komunitas dan anak-anak yatim berlangsung lebih cair.

Sekitar pukul 14.30 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan anak yatim. Setelah itu, santunan diserahkan kepada para penerima.

Menurut Henrikky, kegiatan berbagi tersebut menjadi cara BBL memberi makna berbeda terhadap perayaan anniversary.

“Bagi kami, ulang tahun komunitas bukan hanya soal seberapa jauh kami berkendara, tetapi juga seberapa besar manfaat yang bisa kami berikan,” ucapnya.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Roemah Langko selesai, peserta kembali menuju Kota Mataram.

Perjalanan dua hari tersebut kemudian ditutup dengan menginap di Lombok Plaza Hotel, Mataram.

Hotel tersebut digunakan sebagai tempat akomodasi peserta setelah menyelesaikan perjalanan Mataram-Sembalun dan kembali melalui Kayangan serta Malimbu.

Tidak terdapat agenda khusus BBL di hotel. Peserta memanfaatkannya sebagai tempat beristirahat sebelum kembali menjalankan aktivitas masing-masing.

Memasuki usia kedua, Big Bike Lombok terus membawa identitas sebagai komunitas lintas merek dan lintas bendera bagi pengendara sepeda motor berkapasitas 500 cc ke atas.

Rangkaian anniversary tahun ini mempertemukan unsur touring, kebersamaan dan kepedulian sosial dalam satu perjalanan.

Rute Mataram-Sembalun-Kayangan-Malimbu-Mataram menjadi bagian dari perjalanan tersebut, sementara santunan kepada anak yatim di Roemah Langko menjadi penanda bahwa aktivitas komunitas juga dapat bersentuhan langsung dengan lingkungan sosial.

Henrikky mengatakan semangat tersebut akan terus menjadi bagian dari perjalanan BBL.

“Kami ingin BBL tetap menjadi ruang untuk riding, membangun koneksi dan menjaga persaudaraan tanpa melihat perbedaan merek maupun komunitas,” katanya mengakhiri.

BBL 2nd Anniversary — satu perjalanan, satu persaudaraan, satu semangat: We Ride, We Connect, We Set The Vibes.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....