Bulog NTB Genjot Serapan Gabah hingga 240 Ribu Ton Setara Beras

  • 17 Apr 2026 13:10 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Kinerja serapan gabah dan beras di Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif. Kantor Wilayah Perum Bulog NTB mencatat realisasi yang cukup menggembirakan hingga memasuki April 2026, seiring meningkatnya kepastian pembelian hasil panen dari petani.

Kepala Kanwil Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengungkapkan capaian serapan setara beras saat ini telah menyentuh angka sekitar 101 ribu ton. Angka tersebut setara dengan 42 persen dari target tahunan yang telah ditetapkan.

“Untuk serapan gabah beras kita khususnya setara beras di Kanwil NTB alhamdulillah sudah mencapai kurang lebih 101 ribu ton atau di angka 42 persen,” ujar Mara Kamin Siregar, yang akrab disapa Regar, Jumat 17 April 2026.

Selain itu, Bulog NTB juga menguasai stok beras dalam jumlah cukup besar. Total cadangan yang tersedia saat ini mencapai sekitar 186 ribu ton, yang dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan di wilayah tersebut.

“Total stok yang kita kuasai saat ini kurang lebih di 186 ribu ton,” katanya menegaskan.

Meski capaian tergolong positif, Bulog NTB masih menghadapi kendala klasik, yakni keterbatasan kapasitas gudang penyimpanan. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat potensi panen yang terus berlangsung sepanjang tahun.

“Nah kendala kita memang saat ini terus terang masih di penyimpanan. Kami berharap jika ada gudang di wilayah masyarakat bisa diinformasikan ke Bulog untuk kita sewa sebagai tempat penyimpanan gabah ataupun beras,” ucapnya.

Dari sisi target, Mara memastikan realisasi saat ini masih berada di jalur yang tepat. Bahkan, dengan pola tanam yang terus berkelanjutan, peluang melampaui target terbuka lebar.

“Alhamdulillah sampai sekarang masih sesuai target. Ini kan masih bulan April sudah di angka 42 persen. Mudah-mudahan target ini bisa kita lampaui sampai akhir tahun,” katanya.

Ia juga menyoroti pola tanam petani yang kini semakin konsisten, di mana setelah panen langsung dilanjutkan dengan masa tanam berikutnya. Kondisi ini dinilai sebagai faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi pangan di NTB.

“Kalau kita lihat potensi pola tanam sekarang ini, setelah panen langsung tanam lagi, jadi tidak putus. Ini karena ada kepastian pembelian dari pemerintah,” ujarnya.

Adapun total target serapan gabah dan beras Bulog NTB tahun ini ditetapkan sekitar 240 ribu ton setara beras. Dengan capaian yang sudah berjalan, optimisme untuk menuntaskan target tersebut semakin menguat.

“Target kita kurang lebih 240 ribu ton. Insyaallah bisa kita selesaikan,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....