Pemprov NTB, Bulog, dan Pertamina Bersinergi Jaga Harga Bapok jelang Maulid Nabi
- 22 Agt 2026 18:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa Besar — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sinergi bersama Perum Bulog dan Pertamina untuk menjaga ketersediaan serta keterjangkauan bahan pokok menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pasar murah secara serentak di 10 kabupaten/kota di NTB pada Jumat 21 Agustus 2026. Kegiatan dipusatkan di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, dan turut melibatkan Bulog serta Pertamina.
Kepala Dinas Perdagangan NTB, H. Lalu Wiranata, S.IP., M.A., mengatakan peningkatan permintaan masyarakat menjelang Maulid Nabi berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas. Karena itu, pemerintah memilih melakukan intervensi melalui pasar murah sekaligus memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha dan lembaga terkait.
“Menjelang Maulid Nabi ini harga-harga pasti naik karena permintaan meningkat di semua tempat di NTB. Karena itu masyarakat tidak perlu panik,” ujar Wiranata, saat pantauan pasar di Pasar Seketeng, Sumbawa, Sabtu 22 Agustus 2026.
Menurut dia, pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut juga akan ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten/kota dengan menggandeng mitra Bulog dan jaringan ritel modern di masing-masing daerah.
Wiranata menjelaskan, secara umum harga bahan pokok strategis masih terkendali. Kenaikan lebih banyak terjadi pada komoditas tertentu yang permintaannya meningkat, seperti cabai dan sejumlah kebutuhan bumbu dapur.
“Kalau bahan pokok dan penting itu terkendali. Yang mulai naik terutama komoditas bumbu-bumbu,” katanya.
Bulog Pastikan Stok Beras

Sinergi tersebut diperkuat Perum Bulog Kanwil NTB dengan memastikan ketersediaan beras tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan intervensi Bulog tidak hanya dilakukan melalui kegiatan pasar murah pada momentum tertentu. Bulog juga secara rutin menyalurkan beras melalui pasar tradisional, ritel modern, Rumah Pangan Kita (RPK), serta jaringan distribusi lainnya.
“Kalau Bulog kita harus setiap hari melalui pasar-pasar tradisional, retail modern dan RPK. Insyaallah stok khusus untuk operasi pasar tidak ada isu, stok kita cukup aman,” ujarnya.
Ia menyebut ketersediaan beras yang dikuasai Bulog NTB sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Penyaluran beras juga terus dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar komoditas tersebut dapat segera digelontorkan ke pasar ketika dibutuhkan.
Kondisi stok tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi peningkatan permintaan masyarakat menjelang Maulid Nabi. Sebelumnya, Bulog NTB juga telah memastikan stok beras dalam kondisi aman untuk menghadapi kebutuhan pangan masyarakat NTB.
Pertamina Siapkan Tambahan Pasokan LPG

Dari sisi energi, Pertamina turut memperkuat operasi pasar murah dengan menyediakan LPG 3 kilogram bagi masyarakat.
Sales Branch Manager NTB IV Gas, Irfan Nur Mahmudin, mengatakan Pertamina pada prinsipnya siap mendukung agenda pemerintah daerah, termasuk ketika terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat pada momentum tertentu.
“Ketika ada kegiatan atau agenda dari pemerintah daerah, ketika ada operasi pasar dan lain-lain, ini kita coba support,” katanya.
Irfan mencontohkan dukungan Pertamina dalam operasi pasar di Kabupaten Bima dengan menyediakan sekitar 1.120 tabung LPG 3 kilogram untuk masyarakat sekitar.
Menurut dia, Pertamina tetap menyalurkan LPG sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, dalam kondisi khusus seperti perayaan Maulid Nabi, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan masyarakat.
“Kondisi-kondisi khusus seperti Maulid ini memang kita sudah siapkan ekstra untuk mengakomodir kebutuhan di masyarakat,” ujarnya.
Terkait kenaikan harga LPG 3 kilogram yang sempat mencapai sekitar Rp60 ribu di tingkat pengecer, Irfan menjelaskan hasil pengecekan Pertamina menunjukkan penjualan di pangkalan tidak ditemukan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, persoalan lebih banyak terjadi di tingkat pengecer. Ia menegaskan pengecer bukan merupakan titik resmi penyaluran LPG subsidi karena rantai distribusi Pertamina berhenti di pangkalan.
“Secara regulasi memang pengecer tidak diperbolehkan seperti itu. Makanya titik saluran kita hanya sampai di pangkalan,” jelasnya.
Kolaborasi Pemprov NTB, Bulog dan Pertamina ini diharapkan mampu menjaga pasokan bahan pokok dan LPG tetap tersedia sekaligus meredam gejolak harga menjelang Maulid Nabi.
Dengan intervensi pasar, penguatan distribusi beras, serta kesiapan tambahan pasokan LPG, pemerintah berharap masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panik menghadapi momentum meningkatnya kebutuhan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat NTB menjelang hari besar keagamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....